SAMPIT – Kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (11/8/2026) malam, menghanguskan empat rumah dan satu gudang. Selain itu, tiga rumah lainnya turut terdampak akibat kobaran api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Akhmad Taufik mengatakan, laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu peleton pemadam.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Jalan Muchran Dekat Pertamina Sampit, Sejumlah Rumah Luluh Lantak Dilalap Api
“Murang lebih jam 6 lewat sedikit. Kita ada penerimaan laporan dari masyarakat ke pos darurat kita. Segera kita response time bersama pasukan satgas kita, dengan personel kita, dengan armada kita,” ujarnya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam dengan sekitar 27 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran. Petugas juga mendapat dukungan dari relawan pemadam kebakaran (Redkar) yang berada di wilayah Ketapang dan Baamang.
Menurutnya, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah petugas tiba di lokasi. Meski demikian, api telah menghanguskan sejumlah bangunan yang berada dalam satu kawasan permukiman.
Baca Juga: Nayla dan Kayla, Korban Kebakaran Mendawai 1 Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat
“Dari kejadian ini telah berdampak terhadap 4 buah rumah dan 1 gudang, juga ada 3 rumah yang berdampak juga di sebelah selatan,” jelasnya.
Penyebab Belum Diketahui
Dirinya mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Informasi awal yang diterima petugas menyebut api pertama kali muncul dari salah satu rumah warga.
“Untuk sementara dugaan kami belum bisa ditentukan, tapi dari informasi yang ada di masyarakat itu dari satu buah rumah, yaitu rumahnya Ibu Heni,” ungkapnya.
Ia menyebut konstruksi bangunan yang mayoritas berbahan kayu menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.
“Ini juga pelajaran bagi kita semua agar berhati-hati terhadap rumah-rumah kayu ini supaya semua yang berpotensi menimbulkan kebakaran bisa dapat dicegah,” tuturnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada laporan korban jiwa. Sementara total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Ia juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga memastikan kompor dalam kondisi aman serta mencabut peralatan listrik dan steker ketika meninggalkan rumah.
“Imbauan saya kepada masyarakat di musim kemarau ini agar selalu waspada. Sebelum meninggalkan rumah diperiksa kompor, diperiksa hal-hal yang listrik dicabut, dan steker-steker kontak agar dipelihara dengan baik, terutama aliran listrik yang sudah tua,” pungkasnya. (*)
Editor : Agus Pramono