Bocah 7 Tahun Hanyut Saat Berenang di Sungai Tumbang Sangai, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:18 WIB
Pencarian bocah tenggelam.(Warga)
Pencarian bocah tenggelam.(Warga)

SAMPIT – Seorang anak berusia 7 tahun berinisial ADP dilaporkan hanyut terbawa arus saat berenang di aliran sungai Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (15/8/2026) pagi. Hingga kini, korban masih belum ditemukan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ADP berenang bersama seorang anak lainnya, RBP (9). Diduga karena terbawa arus, korban kemudian hanyut dan menghilang dari pandangan.

Baca Juga: Bocah Tenggelam di Sungai Kahayan Ditemukan Meninggal pada Hari Kedua Pencarian

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Plt Kasi Humas IPTU Edi Walujo membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, upaya pencarian langsung dilakukan setelah warga mengetahui korban terbawa arus.

“Korban diketahui berinisial ADP (7 tahun) sedang berenang bersama RBP (9 tahun ) kemudian korban hanyut terbawa arus,” ujarnya. 

Kejadian itu diketahui setelah seorang warga berinisial MF melihat korban dari arah jendela rumahnya. Saat itu, korban disebut sempat meminta pertolongan ketika terbawa arus sungai.

“kemudian MF dari arah jendela rumahnya melihat korban hanyut terbawa arus sungai sambil meminta pertolongan akan tetapi korban hilang dan sampai saat ini masih belum ditemukan,” lanjutnya.

Personel Polsek Antang Kalang bersama unsur terkait kemudian bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Warga setempat turut membantu menyisir aliran sungai untuk menemukan korban.

Hingga informasi tersebut disampaikan, keberadaan ADP masih belum diketahui. Petugas bersama masyarakat terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Polres Kotim mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain atau berenang di sekitar sungai tanpa pengawasan. Kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai dan mengutamakan keselamatan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (*)

Editor : Agus Pramono
pencarian bocah tenggelam bocah tenggelam desa tumbang sangai