Total Enam Gedung SMA Negeri 1 Cempaga Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan Solar Cell

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:43 WIB
Bangunan SMAN 1 Cempaga terbakar.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Bangunan SMAN 1 Cempaga terbakar.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Kebakaran melanda kawasan SMAN 1 Cempaga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9/2026) dini hari.

Api diduga pertama kali muncul setelah terjadi ledakan pada solar cell yang terpasang di salah satu ruangan sekolah.

Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Baca Juga: SMA Negeri 1 Cempaga Ludes Terbakar Dini Hari Tadi

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, titik pertama api berada di ruang wakil kepala sekolah yang terdapat instalasi solar cell.

“Kejadian diperkirakan pukul 02.30 WIB, diduga berasal dari ledakan solar cell,” katanya saat diwawancara.

Api kemudian dengan cepat menyebar dan membakar sejumlah bangunan. Total terdapat sekitar enam gedung yang terdampak kebakaran. Gedung itu meliputi ruang kepala sekolah, ruang guru, musala. 

“Untuk kerugian, kurang lebih enam gedung yang terbakar,” ujarnya.

Dibangun Sejak 1997

Agustiawany menegaskan, kebakaran tersebut merupakan kejadian pertama yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Bangunan sekolah diketahui telah berdiri sejak 1997.

“Belum pernah terjadi kebakaran. Ini baru pertama kali. Gedung ini dibangun pada tahun 1997,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur terlibat, mulai dari petugas pemadam, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat sekitar hingga lintas sektor.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena api cepat menyebar dan keterbatasan sumber air.

“Di Cempaga kami semuanya sudah hadir, termasuk MPA dan masyarakat sekitar. Kemudian mitra kami, lintas sektor, juga hadir di sini. Kami sudah bahu-membahu untuk memadamkan api,” katanya.

Pasca kebakaran, Pemkab Kotim langsung berkoordinasi untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Agustiawany mengatakan, Bupati Kotim dan Wakil Bupati Kotim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penanganan dampak kebakaran.

“Beliau sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah agar segera dibangun gedung baru. Khususnya untuk 2026 ini diprioritaskan untuk anak-anak sekolah,” katanya.

Untuk jangka pendek, kegiatan belajar mengajar akan diarahkan menggunakan gedung sekolah yang masih dapat difungsikan. Dengan demikian, siswa tidak perlu dipindahkan atau meminjam gedung SD di Desa Sungai Paring.

“Untuk jangka pendek, diimbau kepada kepala sekolah agar anak-anak tetap bisa belajar mengajar di gedung yang masih bisa difungsikan. Masih ada beberapa gedung yang bisa digunakan,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
sman 1 cempaga solar cell sungai paring kebakaran