Gedung SMAN 1 Cempaga Terbakar, Bupati Kotim Pastikan Proses Belajar Tak Terhenti

Ayu Oktaviana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB
Kebakaran SMAN 1 Cempaga.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Kebakaran SMAN 1 Cempaga.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Kebakaran melanda SMA Negeri 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (26/9/2026) dini hari. Musibah itu membuat fasilitas utama sekolah, termasuk ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru dan tiga ruang belajar, ikut terbakar.

Terkait itu, Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dirinya telah melaporkan musibah tersebut kepada Gubernur Kalimantan Tengah. Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, kebakaran terindikasi bukan berasal dari karhutla, melainkan diduga akibat korsleting pada panel surya yang terpasang di sekolah.

Baca Juga: Total Enam Gedung SMA Negeri 1 Cempaga Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan Solar Cell

“Ini bukan dari karhutla. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Cempaga, kebakaran terindikasi berasal dari korsleting panel surya yang ada di sekolah,” katanya, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, kondisi bangunan yang tersisa masih memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah akan mengatur penggunaan ruangan maupun jadwal agar proses pendidikan tetap berjalan.

“Alhamdulillah, tidak semua bangunan untuk proses belajar terbakar. Sehingga masih bisa dimanfaatkan dengan sistem pengaturan. Yang mendesak justru ruang guru dan ruang kepala sekolah yang terbakar,” ujarnya.

Untuk sementara, ruang laboratorium akan dimanfaatkan sebagai kantor. Pemkab Kotim juga mengupayakan bantuan meja dan kursi agar guru tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

“Saya sudah melaporkan kepada Gubernur melalui WhatsApp dan juga menelepon ajudannya. Yang dibutuhkan mendesak, mudah-mudahan bisa didrop. Meja dan kursi untuk guru-guru serta ruang guru,” tuturnya.

Baca Juga: Siswi SMK di Cempaga Hulu Tewas Kecelakaan saat ke Sekolah Berselimut Kabut Asap Tebal

Selain penanganan sementara, Pemkab Kotim mendorong pembangunan kembali gedung sekolah secara lebih representatif. Halikinnor berharap pembangunan tersebut dapat direalisasikan tahun depan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Mudah-mudahan tahun depan langsung bisa dibangun dengan representatif. Bangunannya cukup bagus, karena ini berada di pinggir jalan negara. Nanti saya serahkan langsung kepada Pak Gubernur,” katanya.

Halikinnor menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.

“Ini musibah, kita tidak tahu kapan pun bisa terjadi, baik di rumah kita maupun di sekolah. Makanya berhati-hati terhadap api. Yang penting proses belajar mengajar masih bisa berjalan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
SMA Negeri 1 Cempaga Hulu Bupati Kotim Halikinnor kebakaran panel surya