SAMPIT – Pasien satu ini benar-benar keterlaluan. Usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ia nekat malah nekat mengambil tas sorang perawat yang sedang bertugas.
Aksi itu terjadi pada Jumat (9/10/2026). Tas milik Febby Lovita Sari itu sebelumnya diletakkan di kursi area nurse station Ruang Cempaka, Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Saat korban kembali untuk mengambilnya, tas tersebut sudah tidak ada di tempat.
Berdasarkan pengaduan korban, kejadian bermula ketika Febby meninggalkan area kerja untuk menuju ruang obat. Sekitar pukul 09.30 WIB, ia kembali karena hendak menuju ruangan wakil direktur, tetapi tidak menemukan tas yang sebelumnya ditinggalkan.
Saat mengecek CCTV nampak seorang pria mendekati tempat tas tersebut berada. Dalam rekaman yang beredar, pria itu terlihat menutupi tas menggunakan jaket sebelum meninggalkan lokasi.
Pria tersebut awalnya tampak mengenakan jaket hitam dengan corak kuning pada bagian lengan. Ia kemudian melepas jaket itu dan terlihat mengenakan kemeja hitam bermotif putih.
Informasi dalam laporan pengaduan menyebutkan, seorang saksi bernama Lisa mengatakan pria itu datang ke rumah sakit untuk mengambil surat kontrol.
Saksi tersebut juga menyebut nama Amriyanto. Namun, identitas dan dugaan keterlibatannya dalam peristiwa ini masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Barang yang dilaporkan hilang meliputi dua telepon genggam, yakni Realme C17 dan iPhone 16 Plus berwarna merah muda, serta sebuah laptop Lenovo berwarna perak dengan stiker bergambar kucing.
Korban juga kehilangan dompet yang berisi kartu identitas, SIM, kartu ATM, uang tunai Rp300 ribu, STNK, dan kunci sepeda motor. Total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp30 juta.
Teguh, sepupu korban, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026). Ia turut menyebarkan informasi mengenai kehilangan itu agar masyarakat yang mengetahui keberadaan barang-barang tersebut dapat membantu.
“Korban itu sepupu saya. Waktu itu lagi piket di RSUD dr Murjani” ujarnya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com melalui telepon.
Ia mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Kotim. Informasi yang ia terima, pelaku berhasil diamankan usai informasi tersebut disebarkan melalui grup WhatsApp.
Teguh melanjutkan, pelaku membawa tas korban dan meninggalkannya di toilet lantai empat bangunan tersebut. Namun isi tas itu sudah habis digasak pelaku.
“Tadi malam infonya jam 21.00 WIB sudah tertangkap. Pelaku orang Jakarta yang baru bekerja di Sampit,” imbuhnya.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi kepolisian terkait identitas orang yang diduga terlibat maupun perkembangan penyelidikan belum diperoleh. Status dan proses penanganan laporan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian. (*)
Editor : Agus Pramono