KALTENG POS - Bulan Rajab bukan sekadar gerbang menuju Ramadan, melainkan waktu yang sangat mustajab untuk menanam benih amal kebaikan. Salah satu ibadah yang paling utama di bulan ini adalah menjalankan puasa sunnah.
Rajab Termasuk Empat Bulan Haram yang Dimuliakan Keistimewaan pertama bulan Rajab adalah statusnya sebagai salah satu dari empat bulan haram yang Allah muliakan. Dalil utama ini terdapat dalam Surat At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)...” (QS. At-Taubah: 36)
Berikut adalah 5 keutamaan puasa di bulan Rajab, lengkap dengan panduan niat dan doa yang dapat Anda amalkan.
1. Pahala Berlipat Ganda di Bulan Haram
Sebagai bagian dari Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), setiap amal shaleh yang dilakukan di bulan Rajab—termasuk puasa—akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar di sisi Allah SWT dibandingkan bulan-bulan biasa.
2. Dibukanya Pintu Surga
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa di surga terdapat sebuah sungai yang bernama "Rajab". Airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Sungai ini khusus diperuntukkan bagi mereka yang gemar menjalankan puasa di bulan Rajab.
3. Menghapus Dosa dan Kesalahan
Puasa merupakan perisai dari api neraka. Dengan menjalankan puasa di bulan yang mulia ini, umat Muslim berkesempatan memohon ampunan (istighfar) agar dosa-dosa masa lalu dilebur oleh Allah SWT.
4. Melatih Jiwa Menyambut Ramadan
Puasa Rajab berfungsi sebagai latihan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan Syaban dan puncaknya di bulan Ramadan. Ibarat atlet, bulan Rajab adalah masa pemanasan agar saat Ramadan tiba, kita sudah terbiasa menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.
5. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Bagi orang yang berpuasa, doa saat menjelang berbuka adalah salah satu waktu yang paling dikabulkan. Di bulan Rajab yang penuh berkah, peluang doa untuk diijabah menjadi semakin besar.
Niat Puasa Bulan Rajab
Niat dilakukan di dalam hati. Namun, untuk memantapkan hati, Anda bisa melafalkan secara lisan. Berikut adalah niatnya:
Niat Puasa Rajab (Malam hari)
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala."
Niat Puasa Rajab (Siang hari - jika lupa niat di malam hari)
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala."
Doa Berbuka Puasa
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Doa Keberkahan Bulan Rajab
Dianjurkan juga untuk memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan ini: Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan."
Menjalankan puasa di bulan Rajab adalah bentuk penghormatan kita terhadap ketetapan Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba yang diberikan kekuatan untuk mengisi hari-hari di bulan ini dengan ketaatan. (*)
Editor : Kiki Rizqie