Ditinggal Wafat Ibu, Hidup dari Belas Kasihan, Tiga Remaja Putri Sempat Tak Makan Dua Hari

Ismail • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Pengurus LAZISMU Kota Palangka Raya dan PC IMM Kota Palangka Raya menyerahkan bantuan untuk tiga bersaudara yang kehilangan Ibu, Sabtu (15/8/2026). FOTO LAZISMU PALANGKA RAYA
Pengurus LAZISMU Kota Palangka Raya dan PC IMM Kota Palangka Raya menyerahkan bantuan untuk tiga bersaudara yang kehilangan Ibu, Sabtu (15/8/2026). FOTO LAZISMU PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA — Kepedulian sosial kembali diuji di tengah kehidupan tiga bersaudara yang tinggal di sebuah barak sederhana di Jalan Ramin III Ujung, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Sejak lima bulan terakhir, ketiganya harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang ibu yang telah wafat. 

Kondisi ini membuat tiga remaja putri ini harus banyak berjuang sendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk urusan makan, sekolah, dan tempat tinggal.

“Selama lima bulan ini, mereka hidup dari bantuan dan belas kasihan tetangganya. Karena ketiga bersaudara masih sekolah,” cerita Ketua Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Palangka Raya Budiannor, AMd Kep., S. Sos usai mengantarkan bantuan, Sabtu (15/8/2026) .

Kabar yang beredar menyebutkan ketiga anak tersebut bahkan sempat tidak makan hingga dua hari. Sebuah kondisi yang menggambarkan betapa rentannya situasi yang mereka hadapi tanpa pendampingan yang memadai.

Di tengah keterbatasan itu, ketiga bersaudara ini tetap menunjukkan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Anak pertama tercatat duduk di kelas XII SMAN 4, anak kedua di kelas I SMPN 6, dan anak bungsu di kelas VI SD Islamiyah.

Baca Juga: Ini Kabar Terbaru Bayi Terlantar di Gereja Sangsakala, Siapa Mau Adopsi?

“Semangat mereka untuk tetap bersekolah di tengah kondisi yang serba terbatas ini yang kemudian menggerakkan sejumlah pihak untuk turun tangan memberikan bantuan,” ujar Budiannor.

Sebelum kabar ini menyebar lebih luas ke publik, Paguyuban Wong Ngapak Kota Palangka Raya telah lebih dulu memberikan perhatian nyata.

Kelompok paguyuban ini membersihkan barak tempat tinggal ketiga anak tersebut sekaligus membayarkan uang sewa barak untuk satu bulan, sehingga ketiganya setidaknya memiliki kepastian tempat berteduh dalam jangka pendek.

Langkah ini menjadi bukti bahwa di tengah kesulitan, masih banyak tangan-tangan baik dari masyarakat yang bergerak tanpa diminta untuk meringankan beban sesama. Namun demikian, bantuan yang telah diberikan tersebut belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan ketiga anak ini.

“Mereka masih memerlukan dukungan berkelanjutan, mulai dari kebutuhan makan sehari-hari, biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, layanan kesehatan, pakaian, hingga kebutuhan dasar lainnya yang menunjang tumbuh kembang mereka,” ujar Budiannor.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, (LAZISMU) Kota Palangka Raya bersama Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Palangka Raya bergerak bersama sebagai bagian dari program kolaborasi kemanusiaan.

Kedua lembaga ini mengajak para dermawan dan masyarakat luas untuk turut memberikan kepedulian kepada ketiga anak tersebut.

Ajakan ini bukan sekadar seruan simbolis, melainkan langkah nyata untuk memastikan ketiga anak tetap bisa makan ketika lapar, merasa diperhatikan ketika mereka merasa sendiri, serta tetap memiliki harapan untuk melanjutkan sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi kemahasiswaan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak donatur sekaligus memperkuat pendampingan jangka panjang bagi ketiga bersaudara tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi, bantuan dapat disalurkan melalui kontak 0813-5126-2905, 0852-4600-5709. Bantuan bisa disalurkan melalui rekening rekening:* BSI 725 2650 142 a.n. Lazismu Kota Palangkaraya.

“Setiap bentuk kepedulian, sekecil apa pun, diharapkan dapat menjadi langkah nyata untuk meringankan beban ketiga anak ini dan membuka jalan bagi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih layak,” kata Budiannor. (*)

Editor : Agus Pramono
telantar Lazismu wafat palangkaraya