Dunia musik berduka. Connie Francis, salah satu diva pop paling berpengaruh di era 1950-1960-an, telah meninggal dunia pada usia 87 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh perwakilannya kepada Variety, setelah sebelumnya diumumkan oleh sahabat dekat sekaligus Presiden Concetta Records, Ron Roberts, melalui unggahan Facebook.
“Dengan hati yang berat dan kesedihan mendalam, saya mengabarkan bahwa sahabat saya, Connie Francis, telah meninggal dunia tadi malam,” tulis Roberts.
Sebelum wafat, Francis sempat dirawat di rumah sakit karena merasakan “sakit yang luar biasa”, namun sempat menyapa penggemarnya lewat Facebook pada 4 Juli lalu dan mengatakan kondisinya membaik.
Dari Kegagalan Awal hingga Puncak Kejayaan
Lahir dengan nama Connie Franconero di Newark, New Jersey, pada 12 Desember 1937, Francis memulai kariernya dari panggung lomba bakat dan akhirnya menandatangani kontrak dengan MGM Records pada 1955. Meski delapan single pertamanya gagal, keberuntungan datang saat ia merekam ulang lagu lama “Who’s Sorry Now.” Setelah diputar oleh Dick Clark di acara American Bandstand, lagu tersebut meledak di pasaran dan mengubah hidup Francis selamanya.
Sejak saat itu, deretan lagu hit lahir dari suara khasnya: “Stupid Cupid,” “Frankie,” “My Happiness,” “Lipstick on Your Collar,” hingga “Where the Boys Are.” Tak hanya sukses di Amerika, lagu-lagunya juga populer secara internasional, bahkan mencapai No. 1 di Jerman dan negara-negara Eropa Timur di masa Perang Dingin.
Viral Kembali Lewat TikTok
Menariknya, dalam beberapa tahun terakhir, Connie Francis kembali dikenal generasi muda. Lagu “Pretty Little Baby,” yang sebelumnya merupakan B-side dari rilisan lamanya, viral di TikTok, menghasilkan lebih dari 30 juta streaming baru dan masuk ke berbagai tangga lagu global Spotify dan iTunes. Merespons hal ini, Francis sempat bergabung ke TikTok dan menyapa para penggemar barunya dengan antusias.
“Saya benar-benar terkejut dan senang melihat lagu ini hidup kembali lebih dari 60 tahun kemudian,” ucapnya dalam video.
Kisah Hidup Penuh Liku
Meski sukses di panggung musik, kehidupan pribadi Connie tak selalu mulus. Ia pernah mengalami pemerkosaan saat tur di New York, yang membuatnya jatuh ke dalam depresi. Ia juga sempat kehilangan suaranya karena operasi dan harus rehat dari dunia musik. Tahun 1981, duka kembali datang ketika sang adik tewas dibunuh oleh mafia.
Namun, Francis bangkit dan membagikan kisah hidupnya melalui memoar “Who’s Sorry Now?” yang menjadi bestseller. Ia terus tampil di berbagai pertunjukan, termasuk di Las Vegas, dan merilis buku keduanya, “Among My Souvenirs,” pada 2017 sebelum pensiun resmi pada 2018.
Warisan Tak Tergantikan
Connie Francis merupakan penyanyi wanita pertama yang mencapai No. 1 Billboard Hot 100, dan telah menjual lebih dari 200 juta rekaman sepanjang kariernya. Ia dikenal tidak hanya karena suaranya yang merdu, tetapi juga karena kemampuannya menjangkau hati pendengar lintas generasi, budaya, dan bahasa.
Dia menikah empat kali dan memiliki seorang putra angkat, Joey Garzilli, yang kini menjadi satu-satunya ahli warisnya.
Selamat jalan, Connie Francis. Terima kasih telah memberi dunia nyanyian yang tak lekang oleh waktu. (*cha)
Editor : Yunizar Prajamufti