"Karena gempa dahsyat yang terjadi di Samudra Pasifik, peringatan tsunami diberlakukan bagi mereka yang tinggal di Hawaii," tulis Trump melalui akun media sosial X miliknya.
Trump juga menyebut bahwa peringatan serupa berlaku untuk wilayah Alaska dan pantai barat Pasifik Amerika Serikat. "Jepang juga berada di jalur yang sama. Tetap kuat dan tetap waspada!" ujar dia.
Gempa terjadi sekitar 119 kilometer sebelah tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman 19 kilometer, menurut data U.S. Geological Survey (USGS). Awalnya tercatat sebagai gempa berkekuatan 8,0, namun kemudian direvisi menjadi 8,7, menjadikannya sebagai gempa terkuat yang melanda wilayah tersebut sejak tahun 1952, seperti dilaporkan Reuters.
Dampak langsung dari gempa ini memicu gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter di Semenanjung Kamchatka, Rusia. Pihak berwenang segera mengevakuasi warga dari kawasan pesisir.
Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka saat proses evakuasi, termasuk satu orang yang mengalami cedera setelah melompat dari jendela, kata Menteri Kesehatan Daerah Oleg Melnikov kepada kantor berita TASS.
Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang juga menaikkan tingkat peringatan tsunami, memperkirakan gelombang setinggi hingga 3 meter akan mencapai wilayah pesisir timur Jepang.
Pemerintah setempat langsung memerintahkan evakuasi massal di wilayah yang pernah menjadi pusat bencana besar pada 2011 silam, ketika gempa dan tsunami memicu krisis nuklir Fukushima. Peringatan ini menambah kekhawatiran di seluruh wilayah Pasifik, mengingat pengalaman pahit sebelumnya dan potensi besar dari bencana sekunder yang bisa terjadi.
Otoritas di berbagai negara kini tengah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. (jpc)
Editor : Agus Pramono