Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jurnalis Zhang Zhan, Pelapor Awal Pemberitaan Covid-19 di Tiongkok Kembali Divonis 4 Tahun Penjara

Anisa Bahril Wahdah • Rabu, 24 September 2025 | 13:02 WIB

Jurnalis Tiongkok Zhang Zhan.
Jurnalis Tiongkok Zhang Zhan.

ZHANG ZHAN, warga Tiongkok kembali dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Putusan ini diumumkan pada Jumat (19/9/2025).

Ia adalah jurnalis yang dikenal karena melaporkan secara langsung situasi awal wabah Covid-19 di Wuhan.

Putusan yang dijatuhkan berisi dakwaan "mencari gara-gara dan memprovokasi".

Tuduhan ini sama dengan tuduhan yang membuat Zhang dipenjara pertama kali pada 2020.

Zhang merupakan mantan pengacara yang melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 untuk mendokumentasikan penanganan Covid-19.

Ia memublikasikan rekaman langsung dari rumah sakit yang penuh sesak dan jalanan yang sepi akibat ganasnya Covid-19.

Situasi ini lebih buruk dari yang disampaikan oleh pemerintah Tiongkok.

Zhang juga melaporkan upaya pemerintah menyensor kritik terhadap penanganan wabah Covid-19 di media sosial.

Akibat laporannya itu, Zhang ditangkap pada Mei 2020 dan dijatuhi hukuman penjara pada Desember.

Dilansir dari independent.co.uk (22/9), kelompok kebebasan pers Reporters Without Borders (RSF) mengecam keras hukuman terbaru ini.

RSF bahkan menyebut Zhang seharusnya dianggap sebagai pahlawan informasi, bukan malah dipenjarakan.

“Penderitaan dan penganiayaannya harus dihentikan,” kata Aleksandra Bielakowska, manajer advokasi RSF untuk Asia-Pasifik.

“Kini lebih dari sebelumnya, komunitas internasional harus menekan Beijing untuk segera membebaskannya,” sambung Aleksandra.

Menurut RSF, hukuman kali ini berkaitan dengan laporan Zhang mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, serta komentarnya di situs luar negeri.

Zhang bukanlah satu-satunya jurnalis warga yang menghadapi tekanan di Tiongkok. Chen Qiushi, yang juga meliput dari Wuhan pada Februari 2020, dilaporkan menghilang secara misterius.

Chen baru muncul kembali dalam siaran langsung di YouTube milik temannya pada September 2021 dan mengaku mengalami depresi.

Meski begitu, Chen tidak memberikan keterangan detail soal keberadaannya selama menghilang.

Hingga kini, Kementerian Kehakiman Tiongkok belum memberikan komentar atas kasus Zhang maupun Chen. (jpg/abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#covid #jurnalis #tiongkok #hak asasi manusia #rumah sakit #pahlawan #wuhan