KEBAKARAN hebat yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam lebih dari setengah abad.
Api yang berkobar sejak Rabu (26/11/2025) sore membawa dampak luas bagi ribuan penghuni, dengan puluhan korban meninggal dan ratusan lainnya belum ditemukan.
Dikutip dari Reuters, Kamis (27/11/2025), polisi Hong Kong menyebut 44 orang telah meninggal, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 45 orang lain dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Pemerintah juga mencatat 279 penghuni masih berstatus tidak dapat dihubungi, sementara sekitar 900 orang mengungsi di delapan tempat penampungan.
Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi. “Kami belum tahu apa yang harus dilakukan,”kata seorang perempuan berusia 70 tahun bermarga Chu yang kembali ke kompleksnya dan mendapati gedungnya masih terbakar setelah bermalam di rumah teman.
Perancah Bambu Tidak Sepenuhnya Tahan Api
Penyebab kebakaran besar di Tai Po, Hong Kong, yang menewaskan banyak orang masih menjadi misteri.
Namun sejumlah teori mulai mencuat sejak Rabu (27/11/2025) malam, seiring api yang belum sepenuhnya padam dan penyelidikan resmi yang masih berjalan.
Dikutip dari SCMP, Kamis (27/11/2025), pakar dan warga menduga kebakaran ini dipicu kombinasi berbagai faktor.
Mulai dari tingkat ketahanan api pada perancah bambu, serpihan material yang terbawa angin, hingga dugaan pekerja proyek renovasi merokok di area kerja.
Gary Au Gar-hoe, juru bicara divisi rekayasa kebakaran di Hong Kong Institute of Engineers, menjelaskan bahwa perancah bambu tidak sepenuhnya tahan api.
“Bahkan jika jaringnya dilapisi bahan penahan api, perancah tetap bisa terbakar,” katanya. Ia menambahkan bahwa panas radiasi dari api yang besar dapat membuat bangunan di sekitarnya ikut menyala.
Pejabat Kontruksi Ditangkap
Kepolisian Hong Kong menahan tiga pejabat konstruksi atau kontraktor setelah kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court menewaskan setidaknya 44 orang. Lebih dari 270 penduduk masih hilang, sementara petugas pemadam terus berusaha menjangkau unit-unit yang masih terperangkap api dan puing.
Dikutip dari New York Times, Kamis (27/11/2025), polisi mengatakan ketiga orang yang ditangkap adalah dua direktur perusahaan konstruksi serta seorang konsultan berusia 52 hingga 68 tahun.
Mereka ditahan atas dugaan pembunuhan tanpa rencana, setelah penyidik mendapati material di bagian luar gedung diduga tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Lai Yee Chung, seorang pejabat senior kepolisian, mengatakan investigasi awal menemukan papan busa yang mudah terbakar terpasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai salah satu menara.
“Kami melihat adanya kelalaian berat dari pihak yang bertanggung jawab atas konstruksi, yang menyebabkan kecelakaan ini dan cepatnya penyebaran api,” ujarnya.(jpc)
Editor : Ayu Oktaviana