PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dini hari oleh anggota Delta Force, unit misi khusus teratas militer Amerika Serikat (AS).
Informasi tersebut disampaikan sejumlah pejabat AS kepada CBS News.
Delta Force merupakan unit elite Angkatan Darat AS yang juga bertanggung jawab atas operasi pada 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Operasi ini dilakukan bersama dengan Penegak Hukum AS," tulis Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.
Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan telah mengancam bahwa ia akan segera memerintahkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Venezuela.
AS juga telah menyita kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela.
Konflik Ideologi Sejak Era Hugo Chávez
Dukutip dari jatimnes, ketegangan AS dan Venezuela mulai menguat sejak Hugo Chávez naik ke tampuk kekuasaan pada akhir 1990-an.
Chávez membawa Venezuela ke jalur sosialisme dan secara terbuka mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya pengaruh AS di kawasan Amerika Latin.
Langkah-langkah nasionalisasi industri strategis, termasuk minyak, membuat hubungan kedua negara semakin memburuk.
Setelah Chávez meninggal dunia, Nicolas Maduro melanjutkan kebijakan tersebut, yang semakin menjauhkan Venezuela dari AS dan sekutunya.
Tuduhan Narkotika dan Kejahatan Transnasional
Konflik semakin memanas ketika Amerika Serikat menuduh Nicolas Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.
Pada 2020, otoritas AS mengumumkan dakwaan terhadap Maduro dan beberapa pejabat tinggi Venezuela, lengkap dengan imbalan besar bagi pihak yang memberikan informasi penangkapannya.
Venezuela menepis tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya kriminalisasi terhadap kepala negara yang sah.
Dampak Geopolitik yang Lebih Luas
Perseteruan AS dan Venezuela tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral. Krisis Venezuela turut memicu gelombang migrasi besar-besaran ke negara-negara Amerika Latin dan memperkuat polarisasi politik di kawasan.
Selain itu, Venezuela juga menjalin hubungan erat dengan negara-negara seperti Rusia, China, dan Iran, yang kerap dipandang AS sebagai rival geopolitik.
Konflik Amerika Serikat dan Venezuela merupakan hasil dari pertarungan panjang antara ideologi, kepentingan ekonomi, dan pengaruh global.
Klaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro muncul di tengah situasi tersebut dan perlu disikapi dengan kehati-hatian serta verifikasi ketat.
Selama konflik ini belum menemukan titik temu, hubungan kedua negara diperkirakan akan tetap berada dalam tensi tinggi dan rawan memunculkan isu-isu kontroversial.(*/ram)
Editor : Agus Pramono