KALTENG POS - Kabar mengejutkan datang dari ikon pop dunia, Britney Spears.
Setelah hampir tujuh tahun vakum dari panggung musik, pelantun lagu "Toxic" ini memberikan pernyataan tegas yang mematahkan harapan banyak penggemar setianya di Negeri Paman Sam.
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Britney menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah lagi tampil atau melakukan tur di kawasan Amerika Serikat.
Pernyataan ini muncul bukan tanpa alasan. Britney mengisyaratkan bahwa keputusannya berkaitan erat dengan pengalaman pahit selama masa konservatori yang membelenggu hidupnya selama 13 tahun.
Ia mengungkapkan rasa kecewa terhadap industri dan cara dirinya diperlakukan selama menjalani residensi konser di masa lalu.
Berikut beberapa poin alasan di balik pernyataan Britney Spears
- Britney merasa dieksploitasi selama bertahun-tahun saat berada di bawah kendali sang ayah.
- Ia sempat mengeluhkan kualitas visual, pengaturan panggung, hingga kurangnya kontrol kreatif yang ia miliki selama tampil di Amerika.
- Bagi Britney, menjauh dari panggung AS adalah cara untuk menjaga kesehatan mental dan kedaulatan atas dirinya sendiri.
Sejak berakhirnya residensi "Britney: Piece of Me" di Las Vegas pada tahun 2017, Spears memang belum pernah lagi menggelar konser formal.
Meski sempat merilis kolaborasi sukses seperti "Hold Me Closer" bersama Elton John pada 2022, ia tampaknya lebih menikmati hidup di luar sorotan lampu panggung.
"Mereka benar-benar membunuh semangat saya untuk tampil," tulis Britney dalam salah satu curhatannya yang emosional.
Kabar ini menuai reaksi beragam dari para penggemar. Banyak yang merasa sedih karena kemungkinan besar tidak akan bisa melihat sang Princess of Pop beraksi secara langsung lagi.
Namun, mayoritas pendukung setianya di gerakan #FreeBritney justru memberikan dukungan penuh, asalkan sang idola merasa bahagia dan damai dengan pilihannya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana