Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Momen Hangat Golden Globes 2026: Dipuji Steven Spielberg, Ini Profil Chloe Zhao Sang Sutradara 'Hamnet'

Kiki KaltengPos • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB
Steven Spielberg, Chloe Zhao (tengah). IG  @chloezhao
Steven Spielberg, Chloe Zhao (tengah). IG @chloezhao

 

KALTENG POS - Malam Golden Globes 2026 menjadi saksi betapa besarnya pengaruh seorang Chloe Zhao di industri perfilman dunia. Momen hangat saat Steven Spielberg—sang maestro sinema—memberikan pujian langsung kepadanya, seolah menjadi penegasan bahwa Zhao bukan lagi sekadar "pendatang baru", melainkan pilar baru Hollywood.

Mari kita bedah perjalanan inspiratif sutradara yang dikenal mampu menyulap kesederhanaan menjadi mahakarya puitis ini.

Lahir dengan nama Zhao Ting pada 31 Maret 1982 di Beijing, Chloe Zhao tumbuh sebagai remaja yang gemar menggambar manga dan menulis fanfiction.

Masa mudanya dihabiskan dengan berpindah-pindah negara, mulai dari sekolah asrama di London hingga menyelesaikan SMA di Los Angeles.

Latar belakang pendidikannya pun cukup unik sebelum akhirnya terjun ke dunia film:

S1 Ilmu Politik: Lulus dari Mount Holyoke College, S2 Produksi Film: Menempuh pendidikan di New York University (NYU) Tisch School of the Arts, di mana ia dimentori langsung oleh sutradara ternama, Spike Lee.

Sebelum sukses, Zhao sempat menjalani berbagai pekerjaan mulai dari promotor acara, pekerja real estate, hingga barista. Pengalaman hidup yang beragam inilah yang memberinya perspektif tajam dalam memotret kehidupan masyarakat marginal.

Chloe Zhao dikenal dengan gaya penyutradaraan yang menggunakan aktor non-profesional untuk memerankan versi fiksi dari diri mereka sendiri, menciptakan batasan yang tipis antara dokumenter dan fiksi.

1. Songs My Brothers Taught Me (2015) : Debut yang mengeksplorasi kehidupan di reservasi penduduk asli Amerika (Pine Ridge).

2. The Rider (2017) : Film tentang koboi muda yang cedera; memenangkan Art Cinema Award di Cannes.

3. Nomadland (2020) : Mahakarya yang memenangkan 2 Piala Oscar (Film Terbaik & Sutradara Terbaik).

4. Eternals (2021) : Langkah pertamanya ke dunia blockbuster Marvel Cinematic Universe (MCU).

5. Hamnet (2025) : Drama periode yang diangkat dari novel Maggie O'Farrell, dibintangi Paul Mescal.

Kemenangan Zhao di ajang penghargaan bukan sekadar soal trofi, melainkan soal memecahkan rekor dunia. Ia perempuan Asia Pertama yang memenangkan Best Director di Academy Awards (Oscar).

Sutradara Paling Banyak Mendapat Penghargaan dalam satu musim penghargaan (menyapu bersih Golden Globes, BAFTA, DGA, dan Oscar untuk Nomadland).

Sebagai Filmmaker dengan visi unik, ia berhasil membawa estetika film independen yang mentah dan alami ke dalam skala film studio besar seperti Eternals.

Penghargaan utama yang pernah ia raih diantaranya
Academy Awards (Oscar): Best Director & Best Picture (Nomadland), Golden Globes: Best Director (Nomadland),

Venice Film Festival: Golden Lion (Nomadland), Cannes Film Festival: Art Cinema Award (The Rider).

Kini di tahun 2026, dengan proyek barunya "Hamnet" yang terus mendapat pujian kritis, Chloe Zhao membuktikan bahwa ia adalah "suara" yang jujur bagi mereka yang sering tak terdengar.

Pujian dari Steven Spielberg hanyalah pengingat bahwa di tangan Zhao, sinema bukan sekadar hiburan, melainkan cermin jiwa manusia. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Nomadland #ajang penghargaan #Chloe Zhao #steven spielberg #New York University #filmmaker #hollywood #los angeles #Chloe zhao oscar #GOLDEN GLOBES 2026