Bus Jemaah Haji Asal Probolinggo Kecelakaan di Gunung Magnet, 10 Orang Dibawa ke Rumah Sakit
Miftahul Ilma• Rabu, 29 April 2026 | 16:45 WIB
Jemaah haji asal Probolinggo kecelakaan. Instagram/@mediaprobolinggo
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kendaraan yang mengangkut rombongan jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kecelakaan di kawasan Jabal Magnet atau Mantika Baidha, sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah, Arab Saudi, Rabu (29/4/2026) waktu setempat. Insiden ini terjadi saat rombongan mengikuti kegiatan di luar agenda resmi ibadah haji.
Ketua PPIH Surabaya, Asadul Anam, menjelaskan bahwa rombongan tersebut merupakan jemaah kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB 02) yang mengikuti ziarah yang diselenggarakan oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) asal Probolinggo.
“Ya, itu terjadi dari SUB 02. Jadi mereka mengadakan ziarah ke Jabal Magnet sama pencetakan Al-Qur’an seperti itu. Kemudian itu diselenggarakan oleh salah satu KBIH di Probolinggo. Jadi mereka KBIH mengadakan kegiatan ziarah,” kata Anam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (29/4/2026) mengutip CNN Indonesia.
Sementara itu, Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyebut kecelakaan melibatkan bus jemaah dari kloter SUB-2 dan kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan tersebut.
Berdasarkan data sementara, tidak ada korban meninggal dalam kejadian ini. Namun, total terdapat 10 jemaah yang mengalami luka.
“Terdapat 10 orang korban luka, 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, dan saat ini telah kembali ke Hotel Andalus Golden,” kata Heni dalam keterangan tertulis.
Dua di antaranya telah diperbolehkan kembali setelah mendapat perawatan medis, sementara satu jemaah berusia 60 tahun masih dalam observasi di rumah sakit setempat.
“Sedangkan satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba,” ujarnya.
Heni memastikan pihak Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Jeddah terus memantau kondisi para jemaah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Dari sisi kronologi, Anam mengungkapkan kecelakaan terjadi ketika bus melaju menuju lokasi ziarah dan percetakan Al-Qur’an. Tiba-tiba, kendaraan lain muncul dari sisi jalan sehingga sopir tidak sempat mengendalikan laju kendaraan.
“Ada kendaraan yang nyelonong mendadak keluar dari sisi jalan, maka bisnya tidak bisa mengendalikan diri akhirnya tabrakan itu,” ujarnya.
Benturan menyebabkan bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, seluruh penumpang selamat.
Menyikapi kejadian ini, PPIH Surabaya mengingatkan pihak KBIH agar lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan di luar agenda resmi. Terlebih, lokasi yang dituju berada cukup jauh dari pusat aktivitas ibadah di Madinah.
“Ya, kita berharap bahwa kalau kemudian ada yang mengadakan tur ziarah seperti itu untuk lebih hati-hati. Inti kegiatan di Madinah ini kan ibadah. Oleh karena itu fokuskan di ibadah dulu. Kalau kemudian apa ada waktu itu [ziarah] tidak perlu jauh-jauh. Karena Subuh sampai Zuhur ini kan waktunya pendek sehingga andaikan mereka mau mengejar Arbain itu masih memungkinkan,” tegas Anam.
Ia juga menegaskan bahwa penyelenggara kegiatan nonresmi harus bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan jemaah yang ikut dalam kegiatan tersebut.
“Jabal Magnet itu kan sudah di luar tanah Arab (Tanah Haram). Oleh karena itulah saya tak katakan tadi, ‘Oh, ini yang mengadakan siapa? KBIH, Pak.’ Ya sudah. Kalau begitu KBIH harus lebih waspada, lebih hati-hati karena posisi di Madinah ini waktunya sangat sempit. Karena terikat dengan jadwal waktu salat seperti itu,” katanya. (*)