Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Demi Jaga Stamina, Jemaah Haji Dilarang Umrah Sunnah Jelang Armuzna

Dea Umilati • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:05 WIB

 

Bulan Dzulhijjah waktunya umat muslim ibadah haji.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Jemaah harus iap secara fisik dan mental.Miftah/kaltengpos.jawapos.com

 MAKKAH - Menjelang puncak ibadah haji di Armuzna, kondisi jemaah haji asal Kalteng dipastikan dalam keadaan terpantau dan terus mendapat pendampingan intensif dari petugas kloter maupun tim kesehatan.

Berbagai persiapan kini difokuskan untuk memastikan jemaah siap secara fisik dan mental menghadapi rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dikenal cukup menguras tenaga.

Pembimbing Ibadah Kloter BDJ 6, Siti Habibah menyampaikan, saat ini aktivitas jemaah lebih banyak dipusatkan di musala hotel masing-masing di Makkah.

 Kegiatan tersebut berupa manasik dan pembekalan teknis sebagai persiapan menghadapi Armuzna. Bahkan, jemaah kini sudah tidak diperbolehkan lagi melaksanakan umrah sunnah demi menjaga kondisi fisik tetap prima.

“Kegiatan jamaah haji difokuskan di musholla hotel masing-masing dengan kegiatan manasik persiapan Armuzna. Untuk umrah sunnah sudah dilarang sebagai persiapan kondisi fisik jamaah,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Selain penguatan manasik, persiapan teknis juga terus dimatangkan. Ketua masing-masing kloter sebelumnya diajak pihak syarikah meninjau langsung lokasi tenda di Mina untuk mengenali posisi tenda dan fasilitas yang akan ditempati jemaah selama fase Armuzna.

Dalam kunjungan itu, petugas juga menerima gelang Armuzna yang nantinya dibagikan kepada seluruh jemaah sebagai identitas dan penanda lokasi.

_
_

 

Tidak hanya itu, sejumlah Petugas Kloter Embarkasi Banjarmasin (BDJ) asal Kalimantan Tengah dari kloter BDJ 5, 6, 7, dan 8 bersama pihak Syarikah Albait Guest (BTG) juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tenda di Arafah dan Mina.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan jemaah, mulai dari kapasitas tenda, fasilitas pendingin ruangan (AC), klinik kesehatan, mushala, hingga toilet.

Empat kloter jemaah haji asal Kalimantan Tengah tersebut dipastikan akan menempati lokasi yang sama, yakni di Markaz 66, baik saat berada di Arafah maupun Mina.

Setelah peninjauan, para petugas langsung memberikan orientasi denah lokasi kepada ketua rombongan dan ketua regu agar jemaah lebih mudah memahami jalur pergerakan selama proses pendorongan menuju Armuzna.

“Orientasi ini penting agar pergerakan jamaah berjalan tertib, aman, dan meminimalisasi risiko jamaah tersasar saat tiba di lokasi,” jelasnya.

Sementara itu, jadwal keberangkatan menuju Arafah juga telah dipersiapkan. Jemaah dijadwalkan mulai bergerak dari Hotel Al Hidayah Tower di Sektor 10 Makkah menuju Arafah pada 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau 25 Mei 2026 menggunakan sembilan armada bus.

Di tengah cuaca panas ekstrem di Makkah, tim kesehatan terus meningkatkan pengawasan terhadap kondisi jemaah. Tim kesehatan PPIH sektor secara rutin melakukan visitasi dan edukasi agar jemaah menjaga kebugaran serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Oralit juga terus dibagikan sebagai langkah antisipasi dehidrasi.

“Penyakit yang banyak dialami jamaah adalah batuk, flu, dan bibir kering sehubungan dengan panas ekstrem yang terjadi di Makkah pada saat siang hari,” katanya.

Jemaah juga diimbau untuk selalu menggunakan pelindung diri seperti masker, kacamata, topi, dan payung saat berada di luar ruangan. "Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, diharapkan seluruh jemaah haji asal Kalimantan Tengah dapat menjalani puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar," ungkapnya.

Di sisi lain, perhatian terhadap kenyamanan jemaah juga datang dari pemerintah pusat.

"Pada Selasa 20 Mei kemarin, Tim Pengawas Haji DPR RI melakukan kunjungan ke Tower 5 yang ditempati jemaah dari BDJ 3, 4, 5, dan 6. Sehari sebelumnya, jemaah di lokasi yang sama juga menerima kunjungan Amirul Hajj yang dipimpin Wakil Menteri Agama, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ini bertujuan untuk memastikan fasilitas pemondokan jemaah dalam kondisi layak menjelang puncak ibadah haji," pungkasnya.(*)

Editor : Agus Pramono
#umrah sunnah #aemuzna #jemaah haji #ibadah haji