Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Donald Trump Marah Besar, AS Kembali Serang Iran di Sekitar Selat Hormuz

Agus Pramono • Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB
Kondisi Pangkalan Amerika Serikat hancur.(WSJ)
Kondisi Pangkalan Amerika Serikat hancur.(WSJ)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan murka dengan apa yang dilakukan Iran. Militer AS pun kembali melancarkan serangan ke Iran.

Tak mau kalah, Iran juga melakukan hal yang sama kepada AS. Kedua negara itupun sekarang saling melancarkan serangan militer.

Pada Jumat (26/6/2026), menuduh Teheran telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz.

Situasi terbaru ini mengancam kesepakatan damai awal yang mengatur gencatan senjata di kawasan Timur Tengah, sembari negosiasi lanjutan dilakukan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Komando Pusat AS (CENTCOM), seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), mengatakan bahwa serangan AS merupakan respons terhadap agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran terhadap pelayaran komersial yang secara jelas melanggar gencatan senjata.

Pesawat-pesawat tempur dari AS diterbangkan untuk menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone dan situs radar pantai Iran.

Padahal, tepat seminggu yang lalu, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk berdamai dan mengakhiri perang antara kedua negara.

Sementara itu, Trump ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih terkait konsekuensi bagi Iran karena melanggar gencatan senjata. Trump memberikan jawaban tersirat bahwa akan ada konsekuensi besar bagi Iran.

"Anda akan mengetahuinya," ucap Trump.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran membantah negaranya menyerang lebih dulu dan melanggar kesepakatan. Ia menyebut, AS yang telah melanggar gencatan senjata dan sengaja menuduh Iran melakukan pelanggaran.

"Menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis di Lebanon Selatan, beberapa jam yang lalu, rezim AS yang melanggar perjanjian, seperti biasa, melanggar komitmennya dan, dengan berbagai dalih, menyerang pantai Republik Islam Iran dengan serangan udara karena lewatnya kapal yang melanggar melalui jakur Selat Hormuz,"katanya.

Pangkalan Militer Porak Poranda

The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap kerusakan yang lebih luas dibandingkan informasi yang selama ini disampaikan Pentagon. Berdasarkan analisis citra satelit, sejumlah fasilitas strategis di Naval Support Activity (NSA) Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone Iran yang berlangsung antara akhir Februari hingga Juni 2026.

Temuan tersebut mendorong Washington mengevaluasi kembali penempatan pangkalan militer di Timur Tengah untuk mengurangi risiko serangan serupa di masa mendatang.

Pangkalan militer NSA Bahrain merupakan markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang memiliki peran penting dalam operasi militer AS di kawasan Teluk.

Citra satelit yang dianalisis WSJ memperlihatkan sejumlah bangunan utama mengalami kerusakan, termasuk markas komando dan fasilitas komunikasi satelit yang menjadi pusat temuan mengenai kondisi pangkalan militer tersebut muncul ketika Pentagon dilaporkan sedang mempertimbangkan pergeseran strategi pertahanan, termasuk mengurangi kehadiran militer di Kuwait dan Arab Saudi serta memindahkan sebagian operasi ke wilayah yang dinilai lebih aman, termasuk Israel.

Citra Satelit Ungkap Kerusakan Fasilitas Strategis

Investigasi WSJ menggabungkan citra satelit resolusi tinggi, video media sosial yang telah diverifikasi, foto lapangan, serta wawancara dengan personel militer aktif dan mantan personel militer.

Hasil analisis menunjukkan serangan Iran menghantam markas komando NSA Bahrain, sedikitnya selusin bangunan pendukung, serta dua terminal komunikasi satelit yang menjadi bagian penting dari sistem komando Armada Kelima AS.

 Laporan tersebut menyebut tingkat kerusakan lebih besar daripada yang selama ini diakui secara terbuka oleh Pentagon.

Selain Bahrain, laporan juga menyebut sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk mengalami dampak serangan rudal dan pesawat nirawak selama konflik berlangsung.(*)

 

 

 

Editor : Agus Pramono
#pangkalan militer as #as serang iran #donald trump #selat hormuz #Donald Trump Murka