Sorotan tersebut muncul setelah Prabowo dalam pidatonya kembali menyampaikan dukungan terhadap Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Dalam isi artikel berjudul “Indonesian president chants ‘Free Palestine’ during speech, nearly a year after sympathizing with Israel at UN” tersebut, Prabowo disebut mengatakan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina seharusnya mendorong Indonesia untuk memperkuat kekuatan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, juga memberikan sebuah keffiyeh kepada Prabowo.
Artikel itu kemudian mengaitkan pernyataan terbaru Prabowo tersebut dengan pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York hampir setahun sebelumnya.
Saat itu, Prabowo menutup pidatonya dengan ucapan “Shalom”. Menurut laporan tersebut, pernyataan itu dinilai menarik perhatian karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Dalam pidato di PBB tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa dunia harus mengakui, menghormati, serta menjamin keselamatan dan keamanan Israel sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian.
“Dunia harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan demikian kita dapat memiliki perdamaian yang nyata,” demikian isi pernyataan Prabowo sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut, Rabu (23/9/2026).
Media Israel juga menyinggung pemberitaan mengenai kemungkinan kunjungan Prabowo ke Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza pada Oktober.
Kementerian Luar Negeri Indonesia ketika itu membantah adanya rencana kunjungan tersebut dan menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Palestina di Gaza.
Laporan tersebut juga menyebut adanya sumber lain yang kemudian mengatakan kepada media Israel bahwa Prabowo sempat menyetujui rencana kunjungan ke Israel. Namun, menurut sumber itu, rencana tersebut dibatalkan setelah bocor ke media karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi di dalam negeri.(*)
Editor : Ayu Oktaviana