KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Otoritas kesehatan di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, menempatkan sedikitnya 197 orang dalam pengawasan medis setelah seorang pekerja laboratorium meninggal akibat infeksi virus tak dikenal.
Melansir The Moscow Times, Senin (5/10/2026) korban disebut merupakan perempuan berusia 27 atau 28 tahun yang bekerja di Institut Anti Wabah wilayah Irkutsk. Ia dilaporkan meninggal pada Kamis waktu setempat setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat gejala pneumonia berat.
Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, mengonfirmasi bahwa perempuan tersebut meninggal akibat infeksi. Namun, ia tidak menyebut secara spesifik jenis pes yang diderita.
Tsydenov menegaskan kasus tersebut tidak berkaitan dengan wilayah Buryatia. Menurutnya, perempuan itu juga tidak pernah berkunjung ke wilayah tersebut.
“Tidak ada wabah di republik ini, termasuk di wilayah yang berbatasan dengan Mongolia,” tulis Tsydenov melalui media sosial, mengutip informasi dari badan pengawas perlindungan konsumen Rusia atau Rospotrebnadzor dan pemerintah Buryatia.
Laporan media menyebut perempuan tersebut diduga terinfeksi setelah secara tidak sengaja memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri hidup ketika sedang mengambil sampel untuk pemeriksaan.
Ia kemudian dirawat di sebuah rumah sakit di Shelekhov, kota yang berada tidak jauh dari Irkutsk, pada Selasa waktu setempat. Kondisinya dilaporkan memburuk hingga harus menggunakan ventilator sebelum akhirnya meninggal dua hari kemudian.
Rumah sakit di Distrik Shelekhov selanjutnya ditempatkan dalam status karantina sambil menunggu penilaian dari komisi khusus. Sedikitnya 197 orang yang diduga melakukan kontak dengan perempuan tersebut juga ditempatkan dalam isolasi medis, termasuk lebih dari 100 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Gubernur Irkutsk Igor Kobzev meminta masyarakat tetap tenang. Setelah bertemu Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova, ia menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan dan pembatasan segera dikoordinasikan untuk mencegah penyebaran infeksi.
“Semua orang yang telah diidentifikasi sebagai kontak telah ditempatkan dalam pengawasan medis. Hingga hari ini, mereka yang melakukan kontak tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka negatif,” tulis Kobzev.
Sejumlah laporan media menyebut infeksi tersebut sebagai pes pneumonik, yakni bentuk pes yang menyerang paru-paru dan dapat menular antarmanusia melalui percikan pernapasan. Namun, bentuk pes yang diderita pekerja laboratorium tersebut belum disebutkan secara spesifik oleh pejabat yang mengonfirmasi kasus.
Otoritas setempat juga membatalkan sejumlah kegiatan publik di Irkutsk. Sementara itu, aparat penegak hukum dilaporkan membuka penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran keselamatan kesehatan yang menyebabkan kematian. (*)
Editor : Ayu Oktaviana