DUKA mendalam masih menyelimuti Sarwendah dan keluarganya usai kepergian sang ayah, Hendrik Lo, pada Sabtu (19/7/2025).
Hari ini, Rabu (23/7/2025), jenazah Hendrik Lo dikremasi di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara.
Sebelum prosesi kremasi, keluarga menggelar ibadah kebaktian sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Tradisi agama Buddha turut mewarnai prosesi ini, termasuk pembakaran linwuk—ritual membakar benda-benda kedukaan sebagai simbol pelepasan.
Prosesi pedang pora juga dilakukan oleh sejumlah pria berpakaian prajurit untuk mengiringi peti jenazah menuju ruang krematorium.
Sarwendah tampak berusaha tegar, memeluk erat foto sang ayah dengan tatapan kosong.Kesedihan yang mendalam juga dirasakan Betrand Peto yang hadir mendampingi.
Proses kremasi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam karena tebalnya peti jenazah.
“Prosesnya 2,5-3 jam karena petinya tebal,” ujar seorang petugas krematorium Grand Heaven Pluit, Rabu (23/7/2025) mengutip insertlive.
Setelah proses kremasi selesai, abu jenazah mendiang Hendrik Lo akan dilarung di perairan Ancol, Jakarta Utara. (net/abw)