PENYANYI sekaligus pebisnis Ashanty mengambil keputusan besar dengan menutup seluruh outlet bisnis kuenya, Lumiere, yang telah beroperasi selama kurang lebih enam tahun.
Sebanyak 15 gerai resmi ditutup, dan sekitar 200 karyawan terdampak oleh langkah ini.
Menanggapi keputusan tersebut, Ashanty menegaskan bahwa penutupan Lumiere bukan disebabkan oleh kurangnya pelanggan.
Justru, menurutnya, bisnis kue tersebut masih memiliki banyak peminat saat keputusan itu diambil. Penutupan ini, kata Ashanty, sudah direncanakan dengan matang sejak jauh-jauh hari.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Ashanty juga menyampaikan bahwa para karyawan telah diberi informasi mengenai rencana penutupan sekitar tiga bulan sebelumnya, agar mereka bisa bersiap menghadapi perubahan ini.
Menurut Ashanty, bisnis kuenya ditutup lebih karena ada masalah internal yang tak bisa dipecahkan.
Akan tetapi, istri musisi Anang Hermansyah itu enggan berbicara secara terus terang.
"Ada masalah internal, tapi aku nggak bisa cerita masalahnya apa," kata Ashanty dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (31/7).
Yang paling berat bagi Ashanty di balik tutupnya bisnis kuenya ini adalah nasib para karyawan. Dia mengaku sangat sedih harus menghadapi situasi sangat sulit ini.
"Sebulan ini bisa dibilang adalah masa paling hancur buat aku, arena ini keputusan terberat, ada banyak orang yang bergantung sama kami," ungkap Ashanty.
Berhubung sewa gedung masih panjang hingga pada penghujung tahun depan, puluhan karyawan berusaha diberdayakan oleh Ashanty dengan membuka bisnis bakmi ayam.
Ada sekitar 50 orang yang direkrut oleh Ashanty diantara para karyawan yang terkena dampak.
"Jadi, sekarang kita fokusnya ke bisnis bakmi ayam," tutur Ashanty. (jpc/abw)