MAIA Estianty kembali mengingat masa-masa sedih saat ia harus berpisah dengan ketiga anaknya, Al, El dan Dul.
Musisi yang biasa disapa bunda Maia ini membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani masa-masa berat beberapa tahun lalu.
Saat harus berpisah dengan Al, El dan Dul, Maia merawat dan membantu anak yatim piatu serta membangunkannya pesantren.
Cerita itu ia bagikan dalam perbincangan di podcast berjudul “MAIA ESTIANTY: ‘Semakin Diserang Mantan, Gue Semakin Diratukan Suami’ | Butik Haji Igun” yang tayang di kanal YouTube Comic8 Revolution.
Ivan Gunawan menanyakan kepada Maia mengenai amalan yang dilakukan saat ia berpisah dengan anak-anaknya.
Maia pun menjelaskan bahwa ia memilih merawat dan memberikan kasih sayang kepada anak yatim piatu.
“Kalau amalan sih gini, cuma kayak dulu kan waktu anak-anak nggak ada, paling cuma aku menghidupi banyak anak yatim piatu,” ujar Maia.
“Jadi pada dasarnya kan anak kandung sama anak orang lain yang kita pelihara kan sama aja ya. Kita dikasih tugas untuk memelihara anak-anak gitu kan. Pada saat nggak ada anak-anak, akhirnya aku melarikan diriku dengan merawat, kasih kayak sumbangan terus ke anak-anak yatim, bangunin pesantrennya segala macem,” tambahnya.
Mendengar hal itu, Ivan pun menimpali dengan kagum, “Masyaallah, ini yang orang nggak tahu ya Bunda? Rata-rata sebenernya orang nggak tahu deh.”
Maia lalu menimpali, “Kayaknya pernah ngomong tapi nggak terlalu detail ya. Jadi kayak bangun ada sumbangan buat pesantren, bangun aku bangunin karena ini anak-anak yatim yang kecil-kecil kan gitu.”
Maia menjelaskan bahwa dalam pandangannya, semua anak di dunia adalah titipan Tuhan.
“Tapi pada akhirnya aku cuma berpikir bahwa sebenarnya sama aja antara membesarkan anak yang titipan Tuhan juga dan membicarakan anak-anak yatim yang juga punya Tuhan juga. Jadi aku yakin bahwa suatu saat anak-anak akan kembali,” ucap Maia dengan penuh keyakinan.
Perasaan itu, menurut Maia, menjadi penguat saat maia belum bisa bersama anak-anaknya.
“Jadi yaudahlah karena aku belum bisa ngebesarin anak-anak tiga ini ya aku ngebesarin yang lain-lain aja dulu gitu loh. Dan aku yakin bahwa pada saat itu anak-anak pasti kembali,” lanjutnya.
Ivan pun menimpali, “Jadi ada kata tuh indah pada waktunya itu bener ya?”
Maia pun membenarkan hal tersebut. “Itu bener banget. Selama kita sabar.
Pertanyaannya sabar bisa nggak gitu kan? Nggak, kan sabar kan susah. Orang kebanyakan gitu ya kan,” ucap Maia sambil tersenyum.
Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Maia telah kembali dekat dengan ketiga putranya dan menjalani kehidupan yang bahagia bersama keluarganya.
Kisah yang Maia ceritakan menjadi bukti bahwa ketulusan dan kesabaran pada akhirnya akan membawakan kebahagiaan. (jpg/abw)
Editor : Ayu Oktaviana