KALTENG POS - Dunia seni peran Tanah Air berduka atas kepergian salah satu aktor senior terbaiknya, Epy Kusnandar. Sosok yang akrab disapa Kang Mus ini meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025, di usia 61 tahun. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam, namun semangat dan karya-karyanya akan selalu dikenang.
Perjalanan hidup Epy Kusnandar tidak lepas dari perjuangan melawan penyakit serius. Pada tahun 2010/2011, publik dikejutkan dengan kabar bahwa Epy divonis mengidap tumor otak stadium akhir, bahkan disebut oleh dokter hanya memiliki sisa hidup sekitar empat bulan.
Kondisi ini terungkap setelah Epy mengalami serangkaian gejala, mulai dari muntah-muntah, demam, hingga tak sadarkan diri saat menyetir. Hasil CT scan mengonfirmasi adanya tumor yang berbahaya di otaknya.
Meskipun disarankan untuk menjalani operasi, Epy dan sang istri, Karina Ranau, memilih jalur pengobatan alternatif dan herbal, termasuk mengonsumsi akar sidaguri dan sarang semut.
Secara ajaib, Epy berhasil melewati masa kritis tersebut dan sembuh dari vonis maut, sebuah kisah yang menginspirasi banyak orang. Ia kemudian kembali aktif berkarya selama lebih dari satu dekade, dan menyebut sisa hidupnya sebagai bonus dari Tuhan.
Selain tumor otak, Epy juga sempat mengalami masalah kesehatan lain seperti gangguan syaraf mata (glaukoma) pada 2018.
Epy Kusnandar mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 14.24 WIB.
"Kronologisnya begitu cepat kalau kata dokter. Karena, penyakitnya berhubungan dengan alat yang paling vital, otak manusia ya. Sama kayak jantung," ucap Damar Rizal Marzuki, di rumah duka di Jagakarsa, Jakarta Selatan seperti dilansir dari jawapos.com.
Kejadian bermula pada waktu subuh. Sang istri, Karina Ranau, menemukan Epy sudah dalam kondisi kritis, terjatuh di bawah tempat tidur. Epy segera dilarikan ke rumah sakit.
Setibanya di sana, kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak memberikan respons, dengan tekanan darah yang melonjak drastis hingga mencapai angka 200.
Menurut Damar, ayahnya tidak suka berkeluh kesah tentang kondisi kesehatan kepada siapapun, termasuk kepada keluarga. "Setiap kali diajak ke rumah sakit, papa selalu menolak. 'Nggak usah, sudah sehat'," ungkapnya menirukan perkataan Epy Kusnandar.
Epy Kusnandar memulai kariernya dari dunia teater sebelum akhirnya merambah sinetron dan layar lebar. Ia dikenal sebagai aktor watak yang serba bisa, mampu membawakan peran serius, kocak, hingga antagonis.
Karakter yang paling melekat dan membuatnya dicintai jutaan penggemar adalah Muslihat atau Kang Mus dalam serial sinetron dan film "Preman Pensiun".
Peran sebagai mantan preman berwajah galak namun berhati lembut ini membawa Epy meraih popularitas tinggi dan menjadikannya ikon yang tak tergantikan di hati masyarakat.
Jejak karier Epy membentang luas. Ia pernah membintangi sejumlah film layar lebar yang diakui kualitasnya, seperti Get Married (2007), The Raid 2: Berandal (2014), Keluarga Tak Kasat Mata (2017), Yowis Ben (2018), Preman Pensiun (Film & Sinetron), Qorin 2 (2025 akan tayang 11 Desember 2025 di bioskop), Selepas Tahlil (2025/Netflix).
Epy Kusnandar telah meninggalkan jejak abadi di industri hiburan Indonesia. "Selamat jalan, Kang Mus. Terima kasih untuk tawa, inspirasi, dan karya-karya yang akan selalu kami kenang." (*)
Editor : Kiki Rizqie