DUGAAN perundungan melalui media sosial yang menyeret seorang anggota Bhayangkari Polres Seruyan terhadap publik figur Rizky Billar menuai beragam reaksi dari warganet.
Kolom komentar di media sosial ramai dengan tanggapan yang menyoroti pasangan berjuluk Leslar itu.
Di akun Instagram @Kaltengpos, Selasa (23/12/2026) malam, sejumlah warganet menilai tindakan yang diduga dilakukan melalui komentar atau pesan di media sosial seharusnya dapat dihindari, terlebih jika berpotensi menyinggung pihak lain dan berujung pada persoalan hukum.
Sejumlah warganet mempertanyakan aktivitas dan motif terduga pelaku yang dinilai tidak pantas dilakukan di ruang publik digital. Kritik tersebut muncul karena perundungan dianggap dilakukan secara sadar melalui media sosial.
“Kok sempat-sempatnya ya? Kerjaannya kurang banyakkah?” tulis akun ketutsujati.
Komentar senada disampaikan akun miznha_rambit90 yang menilai tindakan tersebut mencerminkan kurangnya kesibukan. “Kurang kesibukan kayaknya ibu itu sampai harus berurusan sama artis papan atas,” katanya.
Nada sindiran juga muncul dari warganet lain yang menilai tindakan tersebut sebagai perilaku tidak produktif dan mencari perhatian. Beberapa komentar bahkan menyebut terduga pelaku sengaja ingin viral.
“Sidin pengen viral klo lah,” tulis akun dapur_mamamimaw.
Selain menyoroti motif, warganet juga mengingatkan dampak serius dari komentar di media sosial, terutama bagi keluarga dan pasangan terduga pelaku yang berstatus aparat negara.
“Jempol mu dijaga bu,” tulis akun hafizmhmmd29.
Sementara akun diananurdin1 menambahkan, “Jarimu menghancurkan karir suamimu,” katanya.
Dorongan agar kasus ini diproses secara hukum juga mencuat. Warganet menilai langkah hukum perlu ditempuh agar menjadi pembelajaran dan efek jera bagi pengguna media sosial lainnya.
“Memang harus diproses biar orang-orang tidak seenaknya bermain sosmed,” tulis akun munarkipma.
Hal serupa disampaikan akun sriningsih4392. “Semoga bisa jadi efek jera bagi yang suka fitnah,” tulisnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada etika Bhayangkari sebagai organisasi istri anggota kepolisian. Warganet menilai perilaku anggota Bhayangkari semestinya mencerminkan sikap menjaga nama baik institusi.
“Ibu Bhayangkari seharusnya menjaga nama baik dan nama institusi tempat suami bekerja, bukan malah mencoreng nama baik Bhayangkari,” tulis akun liliwulansari90.
Akun ccipraja juga mengatakan agar kasus itu dilanjutkan ke ranah hukum guna memberikan efek jera.
“Lanjut biar jera.. masa istri Bhayangkari nggak punya adab,” bebernya.
Beberapa warganet mengaitkan kasus ini dengan peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya dan menilai pola tersebut kembali terulang. Selain itu, mereka juga mengingatkan bahwa yang disenggol merupakan artis papan atas.
“Yang disenggol artis papan atas, ya siap-siap lah,” tulis akun Akun rimba_tampei.
Isu keadilan hukum turut menjadi perhatian. Warganet mempertanyakan apakah proses hukum akan berjalan objektif mengingat terduga pelaku memiliki keterkaitan dengan aparat negara.
“Tau suaminya aparat negara jadi kebal hukum, kita lihat aja apakah dia bakal lolos dari jeratan hukum atau tidak,” tulis akun gunawanpahaway.
Namun, di tengah derasnya dorongan hukum, sebagian warganet memilih sikap berbeda dan menyarankan agar persoalan tersebut diabaikan demi ketenangan.
“Menurutku nggak usah laporan, capek, abaikan saja yang menghina,” tulis akun yuri_7058.
Hingga kini, kasus dugaan perundungan tersebut masih menjadi perhatian luas publik.(mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana