KALTENG POS – Aktris cantik Aurelie Moeremans baru-baru ini membagikan kabar mengejutkan terkait perjuangannya menyuarakan isu child grooming. Ternyata, dukungan yang diberikan oleh rekan sesama artis, Hesti Purwadinata, berujung pada ancaman dari pihak tak bertanggung jawab.
Aurelie mengungkapkan bahwa Hesti menjadi salah satu figur publik yang berani berdiri di pihaknya, namun keberanian itu harus dibayar dengan intimidasi yang mengkhawatirkan.
Isu ini bermula ketika Aurelie Moeremans aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya child grooming—sebuah praktik manipulasi di mana orang dewasa membangun hubungan emosional dengan anak-anak untuk tujuan eksploitasi.
Saat Aurelie mengangkat kasus ini, Hesti Purwadinata secara terbuka memberikan dukungan moral melalui media sosial. Tak disangka, dukungan tersebut memicu reaksi keras dari pihak yang diduga merasa terpojok oleh narasi tersebut.
Melalui unggahan terbarunya, Aurelie mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus rasa bersalahnya karena Hesti turut terseret dalam pusaran konflik ini.
"Aku kaget banget pas tahu Kak Hesti sampai dapat ancaman. Padahal tujuannya murni untuk melindungi anak-anak dari praktik grooming," ujar Aurelie dalam keterangannya.
Teror yang dilayangkan melalui media sosial yakni berupa serangan komentar dan Direct Message (DM) yang bernada intimidasi.
Upaya pembungkaman seperti adanya tekanan agar Hesti tidak lagi ikut campur dalam kasus yang sedang disuarakan Aurelie.
Mengapa Isu 'Child Grooming' Begitu Sensitif?
Banyaknya reaksi negatif atau ancaman dalam kasus seperti ini biasanya dipicu oleh beberapa hal diantaranya pelaku yang merasa terancam, sehingga memberikan edukasi publik membuat ruang gerak pelaku grooming semakin sempit.
Meskipun ada ancaman, dukungan untuk Aurelie dan Hesti justru semakin menguat di media sosial. Tagar dukungan terhadap korban child grooming mulai ramai digaungkan oleh netizen yang menyayangkan adanya intimidasi terhadap mereka yang berniat baik.
"Kita butuh lebih banyak publik figur seperti Kak Hesti dan Aurelie. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian melawan pelaku kejahatan anak," tulis salah satu netizen di kolom komentar. (*)
Editor : Ayu Oktaviana