JAKARTA – Teka-teki seputar kematian selebgram Lula Lahfah mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu berbagai spekulasi liar di jagat maya, pihak kepolisian akhirnya merilis temuan terbaru terkait bukti-bukti fisik di lokasi kejadian.
Berdasarkan penyelidikan di kamar apartemen tempat jenazah ditemukan, Tim Puslabfor Mabes Polri memberikan klarifikasi mengenai temuan bercak darah yang sempat dicurigai netizen sebagai tanda-tanda kekerasan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1), Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofiq, menjelaskan bahwa bercak darah yang ditemukan pada sprai, tisu, dan kapas bukanlah berasal dari luka baru akibat penganiayaan.
"Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama," ujar Kompol Irfan di hadapan media.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa bercak tersebut merupakan sisa aktivitas biologis alami.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, darah tersebut sinkron dengan siklus bulanan sang selebgram.
Sejak kabar duka ini tersiar, kolom komentar media sosial memang dipenuhi asumsi publik.
Namun, temuan dari Tim Puslabfor ini secara otomatis mematahkan teori-teori konspirasi yang mengaitkan bercak darah tersebut dengan tindak kriminalitas berat.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi, demi menghormati keluarga mendiang yang sedang berduka.
Saat ini, fokus penyelidikan beralih ke aspek lain untuk memastikan penyebab pasti kematian tanpa mengabaikan detail sekecil apa pun. (*)
Editor : Ayu Oktaviana