JAKARTA - Siapa yang tidak kenal Cinta Laura? Aktris sekaligus penyanyi ini seringkali dianggap sebagai representasi sempurna dari independent woman. Tegas, cerdas, dan berprestasi, Cinta menjadi sosok idaman sekaligus panutan bagi generasi muda, baik dalam hal karier maupun pendidikan.
Namun, di balik gemerlap popularitas dan jadwal yang padat, Cinta secara blak-blakan mengungkap sisi rapuh yang jarang diketahui publik. Ternyata, menjadi sukses tidak selamanya terasa "penuh."
Cinta mengaku bahwa ambisinya yang sangat besar dalam bekerja perlahan mulai berdampak pada kehidupan sosialnya. Terlalu fokus mengejar mimpi membuat ruang untuk pertemanan semakin menyempit.
"Mulai nggak punya banyak temen, nggak diundang ke acara-acara, itu terjadi sama aku. Aku mulai merasa perjalanan menuju kesuksesan itu sangat kesepian rasanya," ungkap Cinta kepada awak media.
Kesadaran ini menjadi titik balik bagi Cinta. Ia menyadari bahwa pencapaian setinggi apa pun akan terasa hampa jika dinikmati sendirian.
Sebagai makhluk sosial, ia menganggap kehadiran sahabat, keluarga, dan pasangan adalah elemen essential agar hidup terasa utuh.
Enggan membiarkan dirinya terjebak dalam kehampaan hingga masa tua nanti, Cinta memutuskan untuk mengambil langkah berani: berhenti sejenak.
Selama tujuh hari, Cinta dan Vasco menjalani proses meditasi di Thailand. Selama itu, Cinta fokus pada dirinya sendiri dan melepaskan segala rutinitasnya dalam pekerjaan.
Sang kekasih, Arya Vasco, menjadi sosok yang peka terhadap kondisi mental Cinta. Vasco kemudian mengajak Cinta untuk melakukan meditasi guna menenangkan pikiran dan melepaskan keterikatan berlebih pada pekerjaan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana