KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Sarwendah akhirnya buka suara terkait berbagai polemik yang belakangan menyeret namanya. Dalam podcast Curhat BANG bersama Denny Sumargo, mantan personel Cherrybelle itu mengakui dirinya pernah melakukan kesalahan.
Namun, ia meminta agar kesalahan tersebut tidak dijadikan alasan untuk menghina maupun menyebarkan fitnah terhadap dirinya dan keluarganya.
Pengakuan itu disampaikan setelah Denny Sumargo menanyakan maksud unggahan permintaan maaf yang sebelumnya sempat dibuat Sarwendah di media sosial.
Meski mengakui telah berbuat salah, Sarwendah berharap masyarakat tetap memberikan kritik secara proporsional tanpa menjatuhkan martabatnya ataupun menyebarkan tuduhan yang tidak benar.
"Kalian boleh mengajarkan aku apabila aku salah, tetapi tidak untuk menghina atau memfitnah. Aku tahu aku salah. Aku juga tahu kalau aku mau memperbaiki ini, tetapi aku yang melakukan ini. Jadi, aku nggak mau melibatkan banyak orang di dalam ini," ungkapnya.
Pilih Diam Demi Jaga Psikologis Anak
Sarwendah mengungkapkan, salah satu alasan dirinya memilih diam selama ini adalah demi menjaga kondisi psikologis kedua putrinya.
Ia mengaku khawatir pemberitaan mengenai konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, akan memberikan dampak buruk bagi anak-anak mereka.
Dalam podcast tersebut, Sarwendah juga menjelaskan berbagai persoalan dari sudut pandangnya, termasuk mengenai hak asuh anak dan hubungan komunikasi dengan Ruben Onsu yang kini menjadi perhatian publik.
Cerita Debt Collector Datang ke Rumah
Selain membahas persoalan keluarga, Sarwendah juga menceritakan pengalaman saat rumahnya didatangi debt collector yang menagih tunggakan cicilan mobil Land Rover.
Ia mengaku terkejut karena baru pertama kali mengalami kejadian tersebut.
"Aku kaget, karena ya sebagai seorang perempuan ya koh, dan aku seumur hidup nggak pernah disamperin debt collector dan security aku di bawah juga panik," ungkap Sarwendah.
Pengakuan itu menjadi salah satu momen emosional dalam podcast, hingga Sarwendah terlihat tak kuasa menahan tangis ketika mengenang kejadian tersebut.
Betrand Peto Beri Respons
Pernyataan Sarwendah di podcast Denny Sumargo rupanya memunculkan berbagai reaksi.
Salah satunya datang dari Betrand Peto atau Onyo. Melalui unggahan Instagram Story, putra angkat Ruben Onsu itu menuliskan satu kata yang diduga sebagai respons terhadap pengakuan Sarwendah.
"Bohong," tulis Betrand dalam unggahannya.
Meski demikian, Betrand tidak menjelaskan secara rinci unggahan tersebut ditujukan kepada siapa.
Baca Juga: Ruben Onsu Ngeluh Sulit Bertemu Anak Usai Cerai, Ini Klarifikasi Sarwendah
Bantah Isu Pesugihan di Gunung Kawi
Dalam podcast yang sama, Sarwendah juga menepis rumor yang mengaitkan dirinya dengan dugaan melakukan pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.
Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar potongan video yang memunculkan spekulasi mengenai kunjungannya ke lokasi tersebut.
Sarwendah menegaskan kedatangannya ke Gunung Kawi semata-mata untuk menjalani proses syuting sebuah program YouTube bertema horor, bukan melakukan ritual tertentu.
"Aku syuting program KBP The Lost World ada videonya. Program di YouTube dan waktu itu pada saat COVID dan dijualnya di online tiketan. Kalau mau nonton harus beli. Beliau yang punya program, aku syutingnya sama Jordi juga gitu. Emang ada rute, ada berapa kota lah. Aku dapatnya di Gunung Kawi diaturnya karena kan kita sebagai artis datang aja dong kan itu syuting horor," jelas Sarwendah.
Kuasa Hukum Ruben Ungkap Awal Perseteruan
Di sisi lain, konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih terus bergulir.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, sebelumnya mengungkap bahwa perselisihan keduanya disebut mulai memanas sejak Oktober 2025.
Menurut Minola, saat itu Sarwendah menghubungi Ruben untuk meminta dibelikan tiket konser BLACKPINK bagi dirinya dan anak-anak.
Ruben disebut telah membeli tiga tiket. Namun, Sarwendah kemudian meminta tambahan satu tiket lagi di baris yang sama. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena tiket sudah habis.
Minola mengatakan peristiwa itu memicu perdebatan di antara keduanya. Tak lama setelahnya, Sarwendah disebut mulai menyinggung persoalan rumah yang akan dilelang.
"Begitu Ruben mengirim bukti tiket, muncul kata-kata: 'Maaf, ini rumah mau dilelang?'. Jadi sejak Oktober 2025, kata lelang itu sudah digunakan untuk menekan Ruben dan menjatuhkan mentalnya," ungkap Minola Sebayang.(*)
Editor : Agus Pramono