KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya cuplikan siaran langsung yang memperlihatkan sejumlah anak di bawah umur diduga diminta menyebutkan sekaligus mempromosikan produk liquid vape.
Video tersebut merupakan potongan live streaming yang diduga dilakukan oleh YouTuber Bigmo. Dalam video itu segerombolan anak-anak hendak mengajaknya berfoto. Namun, mereka malah di suruh menyebutkan salah satu merk liquid vape yang disebut menjadi nomor satu.
Sontak, video tersebut memicu kritik keras. Salah satunya kreator konten edukasi, Sadam Permana, yang menilai tindakan itu berpotensi membahayakan anak-anak sekaligus bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.
Melalui unggahan di akun Instagram @sadampermana.w pada Kamis (30/7/2026), Sadam mengaku geram setelah melihat anak-anak yang masih di bawah umur dilibatkan dalam promosi produk yang secara jelas hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa berusia 21 tahun ke atas.
“Gua bener-bener marah banget dengan live streaming yang suruh anak-anak kecil mempromosikan produk vape. Lu live stream bareng sama anak-anak di bawah umur dan lu nyuruh anak-anak di bawah umur ini untuk menyebutkan produk vape itu secara jelas. Padahal di akun Instagram vape tersebut sudah tertulis 21+,” katanya dikutip Jumat (31/7/2026).
Menurut Sadam, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keterlibatan anak di bawah umur dalam promosi produk yang memang dibatasi untuk orang dewasa. Ia bahkan meminta agar kasus tersebut mendapat perhatian serius.
“Ini harus diproses. Bener-bener harus dikawal, karena menyangkut anak di bawah umur yang disuruh mempromosikan produk orang dewasa. Ini bukan hal yang normal dan membuat resah,” ujarnya.
Sadam menegaskan kemarahannya didasari aktivitasnya yang selama ini aktif memberikan edukasi kepada pelajar mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan anak dan remaja.
Karena itu, ia menilai tindakan yang melibatkan anak-anak dalam promosi vape justru merusak upaya edukasi yang selama ini dilakukan.
“Tolong jangan bilang saya lebay. Saya hampir setiap minggu datang ke SMA untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Tapi kalau masih ada oknum yang melakukan hal seperti ini, rusak semuanya,” tegasnya.
Produk Liquid Putus Kerjasama Dengan Bigmo
Di tengah ramainya kritik publik, TAZELAB selaku merek yang produknya disebut dalam cuplikan video itu akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi.
Melalui akun Instagramnya perusahaan menyatakan interaksi yang viral tersebut terjadi secara spontan dan bukan bagian dari konsep promosi maupun kampanye yang dirancang perusahaan.
“Berdasarkan hasil penelusuran internal, cuplikan yang beredar merupakan interaksi spontan yang terjadi di luar arahan, perencanaan, maupun sepengetahuan TAZELAB. Interaksi tersebut bukan bagian dari konsep kampanye, materi komunikasi, maupun aktivitas promosi yang dirancang oleh TAZELAB,” tulis manajemen dalam pernyataannya.
TAZELAB juga menegaskan sejak awal seluruh aktivitas pemasarannya hanya ditujukan kepada konsumen dewasa dan tidak pernah mengarahkan ataupun menargetkan anak di bawah umur.
“Sejak awal, TAZELAB tidak pernah mengarahkan, mendorong, ataupun menargetkan anak di bawah umur dalam setiap kegiatan pemasaran. Seluruh komunikasi dan aktivitas kami ditujukan kepada konsumen dewasa serta dijalankan dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, perusahaan memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Bigmo. Langkah itu diambil untuk memastikan seluruh bentuk kolaborasi yang membawa nama TAZELAB tetap sejalan dengan standar profesionalisme dan prinsip pemasaran yang bertanggung jawab.
“TAZELAB memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Bigmo. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya kami memastikan setiap kolaborasi berjalan selaras dengan nilai dan standar yang kami pegang,” tutup pernyataan resmi tersebut. (*)
Editor : Agus Pramono