KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada usia 76 tahun, Senin (3/8/2026).
Informasi kepergian Diding Boneng kemudian diketahui publik setelah beredar melalui pesan berantai serta pengumuman dari tempatnya mengajar.
Baca Juga: Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Perjalanan Karier Diding Boneng dan Karakter yang Melekat
Selama puluhan tahun berkarier di dunia hiburan, Diding Boneng telah membintangi berbagai film populer Indonesia. Namanya juga lekat dengan sejumlah film komedi, termasuk karya-karya yang melibatkan Warkop DKI.
Diding Boneng dikenal memiliki kemampuan menghadirkan kelucuan melalui gestur, ekspresi, dan timing komedi yang khas. Meski lebih sering tampil sebagai pemeran pendukung, kemunculannya mampu menghidupkan suasana dan meninggalkan kesan bagi penonton.
Ragam karakter pernah ia perankan. Mulai dari hansip, satpam, preman, maling, polisi hingga tokoh dengan karakter unik seperti orang dengan gangguan jiwa. Tak jarang, karakter tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari adegan komedi yang memorable.
Salah satu penampilannya yang cukup dikenal terdapat dalam film Pencet Sana Pencet Sini (1994). Dalam film tersebut, Diding Boneng memerankan pasien rumah sakit jiwa yang melarikan diri dan kemudian menyamar sebagai polisi gadungan.
Peran sebagai polisi gadungan tersebut menjadi salah satu karakter yang dikenang dalam perjalanan kariernya. Ia juga beberapa kali dipercaya memerankan tokoh dukun, tukang becak, hansip hingga preman.
Keragaman karakter tersebut menunjukkan kemampuan Diding Boneng dalam menghidupkan berbagai sosok di layar lebar tanpa kehilangan ciri khas komedinya.
Popularitas Diding Boneng semakin menguat ketika tampil dalam sejumlah film komedi yang melibatkan Warkop DKI. Kendati tidak selalu berstatus sebagai pemeran utama, kehadirannya kerap memberikan warna tersendiri dalam alur cerita.
Kariernya di dunia perfilman juga tidak berhenti setelah era kejayaan film komedi pada dekade 1980-an dan 1990-an.
Diding Boneng tetap aktif menerima tawaran bermain film hingga beberapa tahun terakhir. Pada 2022, ia tampil dalam film KKN di Desa Penari.
Dua tahun berselang, Diding Boneng kembali hadir dalam film Badarawuhi di Desa Penari (2024) dengan memerankan karakter Mbah Buyut. Pada tahun yang sama, ia juga tampil dalam film The Torture: Beranak dalam Kubur.
Di luar perfilman, Diding Boneng tetap aktif dalam kegiatan teater. Ia juga menerima tawaran mengajar akting, termasuk dari lingkungan kampus dan sejumlah institusi pendidikan.
Filmografi Diding Boneng
Film
• Tiga Dara Mencari Cinta (1980)
• Catatan Si Boy I (1987)
• Siapa Menabur Benci akan Menuai Bencana (1988)
• Catatan Si Boy II (1988)
• Godain Kita Dong (1989)
• Kanan Kiri OK (1989)
• Bercinta dalam Mimpi (1989)
• Si Gobang II: Jago-Jago Bayaran (1989)
• Giliran Saya Mana (1989)
• Catatan Si Boy III (1989)
• Gampang Gampang Susah (1990)
• Kanan Kiri OK II (1990)
• Kanan Kiri OK III (1990)
• Makelar Kodok Untung Besar (1990)
• Curi-curi Kesempatan (1990)
• Lupa Aturan Main (1990)
• Antri Dong! (1990)
• Isabella (1990)
• Gonta-ganti (1990)
• Kepingin Sih Kepingin (1990)
• Suamiku Sayang… (1990)
• Mana Bisa Tahan (1990)
• Ini Rindu (1991)
• Bebas Aturan Main (1991)
• Bisa Naik Bisa Turun (1991)
• Sudah Pasti Tahan (1991)
• Masuk Kena Keluar Kena (1992)
• Salah Pencet (1992)
• Bagi-bagi Dong (1993)
• Pencet Sana Pencet Sini (1994)
• Ngebut Kawin (2010)
• Kabayan Jadi Milyuner (2010)
• KKN di Desa Penari (2022)
• Badarawuhi di Desa Penari (2024)
• The Torture: Beranak dalam Kubur (2024)
Serial Televisi
• Rumah Masa Depan (1983–1986)
• Gara-gara (1992)
• Ada Ada Saja (1993)
• Mody Juragan Kost (1995)
• Warkop DKI (1996)
• Hantu Sok Usil (1997)
• Saras 008 (1998)
• Panji Manusia Millenium (1999–2001)
• Matahari Tertawa (2005)
Puluhan tahun berkarier membuat nama Diding Boneng menjadi bagian dari perjalanan panjang industri hiburan Indonesia. Dari panggung teater, film komedi hingga film horor populer, ia meninggalkan jejak melalui karakter-karakter khas yang sulit dilupakan penonton.(*)
Editor : Agus Pramono