Artis Sherina Turun Langsung Padamkan Karhutla di Palangka Raya

rifqi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:21 WIB
Sherina turut memadamkan karhutla.(Rifqi/Kalteng Pos)
Sherina turut memadamkan karhutla.(Rifqi/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA-Artis Sherina Munaf benar-benar turun ke medan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bersama relawan pemadam dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Sherina ikut menghadapi kobaran api yang melahap kawasan hutan dan lahan.

Sherina terlihat berada langsung di lokasi kebakaran. Tak ada riasan berlebihan. Keringat membasahi wajahnya, sementara pakaian yang dikenakan turut kotor terkena tanah.

Baca Juga: Kemarau dan Karhutla Berdampak Kepada Hasil Panen dan Pendapatan Petani di Sampit

Dengan alat pemadam di tangan, semangatnya tetap terlihat saat membantu perjuangan relawan di tengah kondisi medan yang berat.

Sherina mengaku baru tiba di Palangka Raya pada 31 Agustus. Hingga Rabu (2/9/2026), ia masih berada di lapangan untuk melihat sekaligus merasakan secara langsung perjuangan para relawan dalam menangani karhutla.

“Aku juga ikut turun langsung dalam pemadaman dan merasakan sendiri betapa lelahnya para pejuang di lapangan,” kata Sherina.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak mudah karena api yang telah dipadamkan dapat kembali menyala. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman harus dilakukan berulang kali dan membutuhkan dukungan bersama.

“Kadang kita merasa powerless karena api sudah dipadamkan, tetapi kemudian menyala lagi. Dipadamkan lagi, menyala lagi. Jadi, effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Untuk saat ini, Sherina mengatakan fokusnya adalah membantu menggalang donasi bagi para pejuang yang berada di lapangan.

Ia juga ingin kehadirannya dapat memberikan dukungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi karhutla di Kalteng.

“Aku bersama teman-teman dari Borneo Orangutan Survival Foundation pada akhirnya bisa memantau beberapa titik kebakaran. Kami ingin memastikan sekaligus memberikan semangat kepada teman-teman yang berjuang di lapangan,” tuturnya

Sherina menilai penanganan karhutla tidak boleh hanya melihat dampaknya terhadap manusia.

Satwa liar yang kehilangan habitat akibat kebakaran juga harus mendapat perhatian, termasuk orangutan yang menjadi bagian penting dari ekosistem Kalimantan.

“Kita juga harus memikirkan semua yang terdampak, bukan hanya manusia, tetapi juga satwa. Banyak satwa yang perlu dilindungi, seperti orangutan,” katanya.

Ia mengaku merasakan langsung beratnya medan yang harus dihadapi para relawan. Kondisi kawasan hutan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan perjuangan besar.

“Capek. Pasti melelahkan sekali. Medannya juga sulit, terutama ketika berada di kawasan hutan. Kita bisa merasakan langsung bagaimana perjuangan teman-teman yang setiap hari berada di lapangan menghadapi kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sherina juga bertemu dengan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang ikut membantu pemadaman. Lokasi mereka berada sekitar 200 meter di belakang Gedung Nipa.

Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa tersebut dan mendorong mahasiswa dari fakultas lain ikut mengambil peran dalam penanganan karhutla sesuai kapasitas masing-masing.

“Aku ingin memberikan semangat kepada para mahasiswa dalam situasi seperti ini. Saya juga ingin mengajak mahasiswa dari fakultas lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla,” ujarnya.

Menurut Sherina, keanekaragaman hayati Kalimantan merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama. Kerusakan ekosistem akibat kebakaran pada akhirnya akan berdampak luas.

“Karena biodiversitas Kalimantan itu luar biasa. Ini adalah bagian penting dari ekosistem kita semua yang harus dijaga. Kita tidak ada apa-apanya kalau ekosistem ini rusak,” tegasnya.

Kepedulian Sherina terhadap orangutan juga telah berlangsung sebelumnya. Ia beberapa kali mendapat kesempatan bersama BOSF dalam kegiatan pelepasliaran dan kampanye konservasi orangutan.

“Karena itu, aku merasa perlu melihat langsung kondisi yang terjadi, termasuk asap dan dampak kebakaran yang ada di sini,” pungkas Sherina.(*)

Editor : Agus Pramono
sherina sherina padamkan karhutla BOSF orangutan satwa liar