Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kambang Duit sebagai Tradisi Adat Budaya

E.L • Senin, 10 Januari 2022 | 10:24 WIB
BERIKAN BONUS: Bupati Kotim H Halikinnor memberikan bonus kepada salah satu OPD yang mengikuti defile terbaik, Rabu (29/11/23). ( FOTO : BAHRI/KALTENG POS )
BERIKAN BONUS: Bupati Kotim H Halikinnor memberikan bonus kepada salah satu OPD yang mengikuti defile terbaik, Rabu (29/11/23). ( FOTO : BAHRI/KALTENG POS )


KUALA KAPUAS – Kambang/sangkai duit dan hajamuk dalam acara adat Suku Dayak Ngaju merupakan tradisi adat dan budaya masyarakat yang sangat jarang dilaksanakan di kota besar. Namun di wilayah hulu pedalaman masih tetap dilestarikan hingga saat ini sebagai bentuk budaya handep atau gotong royong dalam melaksanakan hajatan besar.





Kepala Disbudpora Kapuas H Suparman melalui Kepala Seksi Kepariwisataan Erliansyah saat di jumpai diruang kerjanya, mengatakan bahwa sangkai kambang adalah sebuah rangkaian bunga kertas kemudian uang yang sudah ditata rapi.





“Yang dapat juga dikatakan sebagai hadiah kepada tuan rumah pelaksana hajatan tersebut,  nilai dari uang tersebut jutaan rupiah hingga puluhan juta tergantung kemampuan yang memberi untuk membantu tuan rumah,“ jelasnya.





Saat prosesi penyambutan keluarga yang membawa sangkai kambang, dilaksanakan juga acara adat potong pantan/pantan kayu, kemudian dilanjutkan acara Hajamuk Kasai dan Hatusuh Undus atau saling memupuri menggunakan tepung dan dilumuri minyak kelapa.





“Bersama pariwisata Kabupaten Kapuas berbasis budaya agar terus kita lestarikan sangkai kambang/sangkai duit sebagai cermin kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan  dan kekeluargaan,” tutupnya.(hmskmf/ko)


Editor : E.L