KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, Rabu (12/11/2025), melaksanakan sejumlah kegiatan penting di wilayah Kabupaten Kapuas. Kegiatan tersebut meliputi pelepasan kafilah MTQH XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, peresmian Gedung Serbaguna Desa Anjir Mambulau Barat, peninjauan proyek jalan penghubung Kapuas–Barito Kuala.
Bupati yang saat itu didampingi Kepala DPUPR Hargatin, Kepala Dinas Perkim Yan Handri Ale dan Kepala Dinas Pendidikan Suwarno Muriyat juga melakukan peninjauan Huma Betang yang akan menjadi lokasi pemecahan rekor MURI melalui penampilan kecapi dan karungut massal yang akan dimainkan lebih dari 1.000 pelajar pada 8 Desember mendatang.
Dalam peninjauan proyek jalan, Bupati Wiyatno menyampaikan bahwa ruas yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 30 kilometer dan melewati 10 desa, antara lain Desa Sei Asam, Bakungin, Narahan, Narahan Baru, Banama, hingga Desa Karya Bersama.
“Tahun ini kita targetkan 20 kilometer dari ruas ini sudah teraspal dan fungsional sampai ke Marabahan. Sisa 10 kilometer akan kita benahi dengan penumbangan, pelebaran, dan peninggian badan jalan yang akan dilaksanakan oleh pihak UPR. Mudah-mudahan Desember sudah bisa dilalui kendaraan dengan baik,” ujar Bupati Wiyatno.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas perkerasan untuk sisa 10 kilometer tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2026, sehingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal.
“Yang penting, akhir tahun ini jalan dari Kapuas ke Marabahan sudah fungsional, melewati hampir sepuluh desa dengan total panjang 30 kilometer,” imbuhnya.
Bupati berharap proyek ini dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sepanjang jalur penghubung dua kabupaten tersebut.
Selain itu, dalam kunjungannya ke Huma Betang, Bupati juga memastikan kesiapan lokasi kegiatan budaya yang akan menampilkan kecapi dan karungut massal oleh 1.000 peserta didik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam melestarikan seni tradisional Dayak serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. (art)
Editor : Agus Pramono