KUALA KAPUAS – Ratusan warga LDII memadati Masjid Al Muhajir di kawasan Kompleks Sumber Kurnia, Kuala Kapuas, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah berjamaah, Rabu (27/5/2026).
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan ibadah yang dilaksanakan di masjid tersebut.
Bertindak sebagai khatib, Ustaz Risdianto memimpin rangkaian Salat Iduladha yang dipusatkan DPD LDII Kapuas tersebut.
Setelah salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan warga LDII.
Ketua DPD LDII Kapuas H Kamaludin mengungkapkan, total hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai 15 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Khusus di Kota Kuala Kapuas, penyembelihan dilakukan terhadap 7 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Sementara sisanya, penyembelihan dilakukan di PAC LDII yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kapuas.
“Kami sangat bersyukur warga LDII masih diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban. Ada yang berkurban sendiri dan ada juga yang dilakukan secara patungan,” ujar Kamaludin.
Dia menegaskan, hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menjadi sarana untuk meruntuhkan sifat sombong dan kikir dalam diri manusia.
Menurutnya, yang sampai kepada Allah SWT bukan darah dan daging hewan kurban, melainkan ketakwaan, keikhlasan, dan ketaatan umat.
“Kurban mengajarkan keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” katanya.
Kamaludin juga mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, kurban merupakan jembatan kemanusiaan yang mampu meruntuhkan sekat antara si kaya dan si miskin.
“Saat kita menyerahkan hewan kurban, sejatinya kita sedang menyerahkan ego kepemilikan. Kurban menjadi bukti nyata kesalehan sosial, terlebih di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang,” tegasnya.
Dia menambahkan, semangat berbagi melalui kurban diharapkan mampu memperkuat gotong royong dan solidaritas di tengah masyarakat. “Jangan sampai kita kaya secara materi, tetapi miskin empati. Jangan biarkan ada tetangga yang melewati hari raya dengan perut kosong,” ujarnya.
Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kapuas H Subagio menambahkan, warga LDII selalu berupaya semaksimal mungkin agar bisa berkurban setiap tahun karena besarnya pahala yang dijanjikan dalam ibadah tersebut.
“Kalau belum mampu sendiri, bisa dilakukan secara patungan dan itu selalu dipraktikkan warga LDII untuk bisa berkurban,” ucapnya.
Menurut Subagio, ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan semata, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
Daging kurban yang dibagikan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya warga yang membutuhkan.
Dia juga mengajak seluruh warga untuk terus meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Nilai pengorbanan, kebersamaan, dan semangat berbagi tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, semangat Iduladha menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat. “Melalui kurban, kita diajarkan untuk peka terhadap kondisi sosial dan senang berbagi kepada sesama,” pungkasnya.(*)
Editor : Agus Pramono