Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hadapi Ancaman Karhutla 2026, PT GAL dan PT UAI Bersama Pemkab Kapuas Perkuat Sinergi Pencegahan di Wilayah Gambut

Agus Pramono • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:20 WIB
Apel pencegahan karhutla oleh PT GAL, PT UAI dan Pemkab Kapuas.(Humas)
Apel pencegahan karhutla oleh PT GAL, PT UAI dan Pemkab Kapuas.(Humas)

KUALA KAPUAS – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026, PT Globalindo Agung Lestari (PT GAL) bersama PT United Agro Indonesia (UAI) menunjukkan kesiapan penuh dengan menggelar Apel Siaga Karhutla di Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Apel siaga dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, S.P., dan dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan dengan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pencegahan karhutla di wilayah operasional perusahaan maupun kawasan sekitarnya.

Apel di PT GAL dan PT UAI
Apel di PT GAL dan PT UAI

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Kepala BPBD Kapuas, kepala perangkat daerah terkait, Camat Mantangai dan Dadahup, jajaran manajemen perusahaan, aparat TNI-Polri, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok MPA, serta peserta apel dari berbagai unsur.

Dalam arahannya, Bupati Kapuas mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut diperkuat dengan prediksi fenomena El Niño kategori moderat hingga kuat yang berpotensi berlangsung hingga awal 2027.

“Puncak risiko Karhutla diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Kabupaten Kapuas, khususnya wilayah Mantangai dan Dadahup yang didominasi lahan gambut, sangat rentan terhadap kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini,” ujar Wiyatno.

Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas sepanjang 2025 mencapai sekitar 274,79 hektare. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan dampak terluas yakni sekitar 132,69 hektare, disusul Kecamatan Dadahup seluas 62,9 hektare.

Menurutnya, data tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar lebih mengutamakan langkah pencegahan dibandingkan penanganan saat kebakaran telah terjadi. Terlebih, kebakaran pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan dan membutuhkan biaya penanganan yang besar.

“Kata kunci kita tahun ini adalah pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, patroli terpadu, dan tanggapan cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Pengembangan Masyarakat PT GAL, Suryanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan apel siaga tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan desa-desa di dalam maupun sekitar kawasan izin usaha perusahaan. Melalui kebersamaan ini, kami berharap seluruh pihak dapat bahu-membahu mengurangi dan menekan potensi Karhutla sepanjang tahun 2026,” ujarnya.

Suryanto menegaskan, sinergi antara perusahaan swasta dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mendukung patroli rutin, kegiatan sosialisasi, serta penyampaian edukasi kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Langkah-langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar potensi kebakaran bisa diminimalisasi,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, PT GAL juga memastikan akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, kepolisian, dan TNI apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

“Kami sepakat untuk segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tertib, dan sesuai ketentuan,” katanya.

Melalui apel siaga dan penguatan kerja sama lintas sektor tersebut, diharapkan upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Kapuas dapat berjalan lebih optimal sehingga risiko kebakaran pada musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin.(*)

 

Editor : Agus Pramono
#siaga karhutla kapuas #PT GAL #Karhutla Kapuas #Apel Karhutla