KUALA KAPUAS– Program cetak sawah di Kabupaten Kapuas terus mendapat dukungan pemerintah pusat. Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pengolahan lahan sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan di daerah tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese, bantuan yang diterima berupa 57 unit rotavator dan 488 unit hand traktor roda dua (TR2). Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 unit hand traktor telah tiba di Kapuas, sementara 320 unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Kementerian Pertanian.
Selain itu, Kabupaten Kapuas juga memperoleh bantuan 95 unit pompa air berukuran 4 inci dan 213 unit hand sprayer yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di kawasan program cetak sawah.
“Untuk bantuan hand traktor saat ini masih dalam proses pengiriman dari Kementerian Pertanian. Sedangkan bantuan rotavator sebanyak 57 unit seluruhnya sudah tiba di Kapuas,” ujar Edi, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, seluruh bantuan alsintan tersebut akan difokuskan untuk mendukung program cetak sawah tahun 2026, terutama pada tahap pengolahan lahan agar dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan efisien.
Menurut Edi, keberhasilan program tersebut juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas yang terus mendorong percepatan pengembangan lahan pertanian produktif.
“Dalam program cetak sawah ini kami mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Kapuas. Beliau berharap lahan yang telah dicetak dan diolah dapat segera ditanami sehingga mampu menghasilkan panen yang optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa program cetak sawah tidak hanya bertujuan memperluas areal tanam, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui pemanfaatan lahan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memperoleh tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sementara itu, Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian terhadap program cetak sawah yang tengah berjalan di wilayahnya.
Menurut Wiyatno, keberadaan alsintan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembukaan maupun pengolahan lahan sehingga target program dapat tercapai sesuai perencanaan.
“Alsintan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pembukaan dan pengolahan lahan sehingga target program cetak sawah dapat tercapai sesuai rencana,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh kelompok tani penerima agar memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian Kapuas.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, lahan yang sudah dicetak harus benar-benar produktif, ditanami, dan menghasilkan panen yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketersediaan pangan,” tegas Wiyatno.
Dengan tambahan ratusan alsintan tersebut, program cetak sawah di Kabupaten Kapuas diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sekaligus menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. (*)
Editor : Ayu Oktaviana