PM2,5 Naik, Udara di Kapuas Mulai Tak Bersahabat

Hartoyo • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:21 WIB
Kabut asap ganggu jarak pandang.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kabut asap ganggu jarak pandang.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

KUALA KAPUAS – Warga Kapuas perlu mulai membatasi aktivitas di luar rumah. Kualitas udara pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan kondisi yang mulai tak bersahabat, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap paparan polusi.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, parameter kritis berada pada PM2,5 dengan indeks 107. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih di tengah potensi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Kabut Asap Menyengat, Ini Empat Langkah Sederhana untuk Lindungi Kesehatan

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk bersiap-siap, termasuk menyiapkan stok masker dan mengantisipasi kemungkinan meningkatnya pasien akibat asap atau kualitas udara yang semakin memburuk,” ujarnya.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Jangan sampai kondisi udara memburuk terlebih dahulu baru dilakukan penanganan.

Paparan partikulat halus PM2,5 juga perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian lebih.

BPBD Kapuas mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara semakin memburuk.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat dan asap.

“Yang paling penting masyarakat tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar jika kualitas udara semakin memburuk,” tegas Pangeran.

Kondisi udara Kapuas yang sudah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif menjadi sinyal agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.

Selain penanganan karhutla, kesiapan sektor kesehatan juga dinilai penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan apabila kualitas udara terus menurun.(*)

Editor : Agus Pramono
kualitas udara kapuas kabut asap kalteng