Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Modus Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar! Janjikan Korban Sekolah di Mesir, Mencium Bibir Korban Agar Fasih

Miftahul Ilma • Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB
Habib Mahdi Alatas beberkan modus Syekh Ahmad Al Misry
Habib Mahdi Alatas beberkan modus Syekh Ahmad Al Misry

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Syekh Ahmad Al Misry (SAM) tengah menjadi sorotan publik usai dirinya ditetapkan tersangka atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh Bareskrim Polri. 

Kasus ini semakin menjadi perhatian usai diketahui bahwa korbannya merupakan sejumlah anak laki-laki di bawah umur. 

Baca Juga: Resmi! Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri

Habib Mahdi Alatas sebagai pelapor kasus pencabulan sesama jenis itu, mengungkap kronologi dugaan peristiwa yang melibatkan SAM. 

Ia menceritakan kejadian korban di Purbalingga saat korban masih berusia sekitar 15 tahun.

“Pertana kejadiannya itu di Purbalingga. Si korban ini berusia 15 tahun. Saat itu si Syekh Ahmad Misty ini sedang dakwah di sana, kebetulan bertamu ke pondok pesantren pamannya si korban,” ujarnya mengutip Channel Youtube Grid Id, dalam jumpa pers, Rabu (22/4/2026). 


Menurutny, saat itu Syekh Ahmad Misry sedang melakukan kegiatan dakwah dan bertamu ke rumah sekaligus pondok pesantren milik keluarga korban. Dari pertemuan itu, korban kemudian diajak berbincang.

“Di Purbalingga, si korban ini berusia 15 tahun. Saat itu Syekh Ahmad Misry sedang dakwah dan kebetulan bertamu ke rumah pamannya korban,” katanya. 

Dalam perbincangan tersebut, pelaku disebut menawarkan untuk memberangkatkan korban ke Mesir dengan tujuan menjadi penghafal Al-Qur’an dan memiliki sanad.

Baca Juga: Syekh Ahmad Al-Misri Klarifikasi! Bantah Lakukan Pelecehan terhadap Santri Sesama Jenis 

Ia menjelaskan, korban kemudian menyatakan bersedia setelah dijanjikan hal tersebut. Setelah itu, korban diminta menjalani proses yang disebut sebagai cek fisik sebelum keberangkatan.

“Cek fisik itu seperti dokter. Disuruh buka baju, lihat ada tato atau cacat,” jelasnya.

Ia juga menyebut dalam proses tersebut terdapat tindakan yang tidak semestinya dilakukan terhadap korban. Korban sempat diminta membuka celananya. Meski menolak, korban akhirnya menuruti hal itu. 

“Tadinya (korban) nggak mau, karena cek fisik. termasuk, mohon maaf, alat kelaminnya itu dipegang dan sebagainya,” katanya. 

Usai kejadian itu, korban kemudian diberangkatkan ke Mesir sesuai yang telah dijanjikan. Kejadian kedua kembali terjadi. 

Baca Juga: Syekh AM Kabur ke Mesir Usai Tersandung Dugaan Pelecehan Santri, Kuasa Hukum Minta Polisi Tetapkan Tersangka dan Jemput Paksa

Kali ini lokasinya berada di rumah SAM di Jakarta. Korban yang sama juga mendapat perlakuan tidak senonoh. Ia kembali diiming-imingi hal-hal yang berkaitan dengan agama yang sebetulnya melanggar. 

“Korban yang sama, tapi dilumut bibirnya supaya nanti fasih katanya. Saya belajar di Arab, tahun 1979 di Arab, 1986 saya baru pulang, tidak pernah dilumut begitu sama guru saya,” jelasnya. 

Hal itu membuat para korban trauma. Saat ditemui, korban bahkan histeris dan mengaku tidak percaya lagi dengan ustadz. 

 “Saya ketemu sama korban yang B di Bogor dan dia juga histeris melihat saya. Bahkan dia bilang, saya tuh udah gak percaya sama ustadz. Bahkan saya (korban) tuh sudah berpikir untuk murtad. Cuman karena dia marah-marah, saya tanggepin dulu. Emosi seseorang tuh wajar bagi saya,” imbuhnya. 

Penanganan perkara ini berada di bawah Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri. Unit ini disebut fokus menangani kasus yang berkaitan dengan korban perempuan dan anak. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#syekh ahmad al misry #santri dilecehkan #pelecehan seksual