Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sepak Terjang Kiai Ashari, Terduga Pelaku Asusila Puluhan Santriwati di Pati

Agus Pramono • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:46 WIB
Kiai Ashari, terduga pelaku asusila santriwati di pati.Facebook/IlovePati
Kiai Ashari, terduga pelaku asusila santriwati di pati.Facebook/IlovePati

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kiai Ashari, namamya begitu semerbak wangi di mata warga Pati. Dia sering memimpin kegiatan keagamaan. Menerima dengan tangan terbuka bagi anak-anak yang ingin tinggal dan belajar di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.

Namun, kini namamya tercoreng oleh ulahnya sendiri. Kebaikan yang terlihat secara fisik ternyata memiliki otak cabul. Dilaporkan ada 50 an santriwati yang menjadi korban asusila sang kiai.

Pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ditetapkan tersangka kasus pencabulan. 

Kiai Ashari dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.

Tempat itu merupakan lembaga pendidikan Islam yang fokus pada tahfidzul Quran. Ponpes ini dikelola secara gratis. Tentu hal itu membuat banyak yang tertarik. Terutama kalangan menengah ke bawah. 

Pondok pesantren itu juga banyak menampung santri dari kalangan yatim piatu.

Sebelum kasus ini merebak, Ashari aktif dalam kegiatan sosial keagamaan di Pati. 

Ia pernah menerima santunan untuk santri yatim piatu dari kelompok seperti Sahabat Ganjar pada 2023, dan pondok pesantrennya kerap menjadi tempat acara keagamaan seperti tahlil dan sholawat.

Desas-desus perilaku tidak wajar terhadap santriwati sudah beredar sejak lama di kalangan warga setempat. 

Ponpes ini tidak berafiliasi resmi dengan organisasi seperti RMI NU, meski kerap dikaitkan dengan tradisi pesantren Nahdlatul Ulama.

 

Warga Desa Tlogosari Mengaku Menolak Sejak 1995

Tokoh pemuda Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Ahmad Nawawi, menuturkan jika sosok Ashari sudah lama meresahkan masyarakat setempat.

Banyak kejanggalan yang diperbuat oleh orang yang mengaku kiai itu, apalagi atas nama agama Islam.

Ia menyayangkan Ashari bertindak kejahatan atas nama agama, sehingga merusak citra Islam di mata publik.

Bahkan, sejak 1995 Ashari sudah banyak melakukan tindakan melenceng dari ajaran agama.

“Sosok Ashari sudah lama tidak diterima masyarakat sini sendiri, simpatisannya banyak dari luar, bukan masyarakat sini. Dia punya dekengan (pihak pelindung), sehingga orang yang melapor tidak berani melanjutkan ketika ada kasus,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Berpuluh-puluh tahun Ashari bertindak jauh dari syariat Islam. Bahkan, disebutkan berbagai tindak kejahatan dilakukannya.

“Sudah ada sejak dulu penyimpangannya berlanjut sampai hari ini. Ada penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual,” pungkasnya.(*)

 

 

Editor : Agus Pramono
#kiai pati #kiai cabuli santriwati pati #kiai ashari #ponpes Ndholo Kusumo