Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sadis! Lansia di Pekanbaru Tewas Dirampok, Menantu Jadi Otak Pembunuhan

Agus Pramono • Senin, 4 Mei 2026 | 11:40 WIB
4 pelaku yang merampok dan membunuh mertuanya ditangkap.Kepolisian Riau
4 pelaku yang merampok dan membunuh mertuanya ditangkap.Kepolisian Riau

 

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Aksi perampokan disertai pembunuhan sadis mengguncang warga Kota Pekanbaru, Riau. Seorang perempuan lanjut usia, Dumaris (60), ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Rabu pagi (29/4/2026), setelah menjadi korban kekerasan brutal para pelaku.

Peristiwa tragis ini terekam kamera pengawas (CCTV) di dalam dan luar rumah korban. Dalam rekaman tersebut, pelaku diduga berjumlah empat orang, terdiri dari dua pria dan dua perempuan. Salah satu pelaku bahkan diketahui merupakan menantu korban sendiri, berinisial AFT.

Aksi keji itu dilakukan dengan cara memukul kepala korban menggunakan kayu balok secara berulang kali hingga meninggal dunia. Pelaku eksekutor merupakan seorang pria yang juga sempat merusak CCTV setelah menyadari aksinya terekam.

Pengungkapan kasus ini berlangsung cepat. Aparat kepolisian berhasil menangkap seluruh pelaku di dua lokasi berbeda.

Dua pelaku, yakni perempuan berinisial AFT dan pria berinisial S, ditangkap di Aceh Tengah pada Kamis (30/4/2026). Sementara dua lainnya, pria berinisial E dan perempuan berinisial L, diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara, sehari kemudian.

Kanit Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, Rainly L, menjelaskan penangkapan berawal dari pelacakan kendaraan pelaku yang menggunakan pelat nomor Aceh Tengah.

“Dari informasi itu, kami berkoordinasi dengan Polres Aceh Tengah dan langsung bergerak dari Pekanbaru menuju lokasi,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).

Polisi kemudian berhasil mengamankan AFT yang diduga sebagai otak pelaku bersama S di sebuah rumah di Aceh Tengah. Sementara dua pelaku lainnya dibekuk di sebuah rumah kontrakan di Kota Binjai.

Kapolresta Pekanbaru, Muharman Arta, mengungkapkan motif pembunuhan didasari sakit hati. AFT mengaku sering dimarahi dan dimaki oleh korban selama tinggal bersama sebagai menantu.

“Ini pengakuan tersangka, motifnya sakit hati,” ungkapnya.

 

Kronologi Kejadian

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku lebih dulu menyusun rencana. Mereka mengajak anak korban, Arnold, yang merupakan suami AFT dan berkebutuhan khusus, untuk bertemu di sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dalam pertemuan itu, pelaku menanyakan kondisi rumah korban. Arnold menyebutkan bahwa saat itu hanya ibunya yang berada di rumah, sementara ayahnya pergi membayar pajak dan saudara perempuannya sedang bekerja.

Mengetahui kondisi tersebut, para pelaku kemudian menuju rumah korban menggunakan mobil. Arnold ditinggalkan di lokasi pertemuan.

Sesampainya di rumah, pelaku langsung melancarkan aksi. Eksekutor memukul korban menggunakan kayu balok sebanyak lima kali hingga tewas. Sementara tiga pelaku lainnya menggasak barang-barang berharga milik korban.

Tak lama setelah kejadian, Arnold tiba di rumah. Namun sebelum masuk, ia ditahan oleh AFT dan pelaku lainnya untuk diajak berbincang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Setelah itu, para pelaku melarikan diri. AFT bersama dua pelaku lainnya kabur menggunakan mobil, sementara satu pelaku perempuan pergi bersama Arnold menggunakan sepeda motor.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau hukuman 20 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat serius akan potensi kejahatan yang melibatkan orang terdekat, sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan di lingkungan keluarga.(*)

Editor : Agus Pramono
#pembunuhan lansia pekanbaru #pelaku pembunuhan di pekanbaru #menantu habisi mertua #pembunuhan di riau #motif pembunuhan mertua pekanbaru