Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kisah Istri Siri di Jateng yang Diduga Disiram Air Keras dan Dicekoki Narkoba oleh Suaminya yang Polisi

Miftahul Ilma • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:33 WIB
Perempuan korban penganiayaan oknum polisi.(Disway)
Perempuan korban penganiayaan oknum polisi.(Disway)

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kisah pilu dialami seorang perempuan berinisial M (30) asal Jawa Tengah. Selama bertahun-tahun, ia diduga menjadi korban penyiksaan, kekerasan seksual, intimidasi, hingga akhirnya mengalami luka bakar parah. 

Hal itu lantaran ia diduga disiram cairan yang diduga air keras oleh seorang anggota Polri yang kini masih aktif berdinas. Kasus yang disebut berlangsung sejak 2023 itu akhirnya dibawa ke ranah hukum. 

Didampingi Tim Hotman 911, korban merupakan istri siri oknum itu melapor ke Bareskrim Polri pada Kamis (2/7/2026). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/295/VII/2026/SPKT/Bareskrim Polri.

Kuasa hukum korban dari Tim Hotman 911, Raden Reza, mengatakan pihaknya melaporkan sejumlah dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan oknum aparat penegak hukum terhadap kliennya.

“Kami dari tim Hotman 911 telah membuat satu laporan polisi atas beberapa dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum,” ujarnya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Sabtu (4/7/2026). 

Usai memberikan keterangan selama beberapa jam, korban langsung dibawa menjalani visum et repertum di RS Polri Kramat Jati. Pemeriksaan awal disebut berisi sekitar 20 pertanyaan mengenai rangkaian peristiwa yang dialami korban.

“Jadi tadi ada sekitar 20 pertanyaan dari kita, datang dari jam setengah dua sampai jam tujuh. Dan sekarang kita lanjutkan untuk melakukan visum et repertum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” jelasnya.

Berawal dari Perkenalan, Berujung Dugaan Penyiksaan Bertahun-tahun

Reza mengungkapkan, peristiwa bermula pada 2023 di wilayah Jawa Tengah setelah korban dikenalkan kepada terduga pelaku. Sejak awal hubungan itu, korban disebut dipaksa mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Jadi singkatnya itu korban dikenalkan dengan oknum ini, dan juga dari awal itu dicekoki narkotika berjenis sabu,” tuturnya.

.

.

Tak hanya itu, korban juga mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan selama hampir tiga tahun.

“Sepanjang itu korban juga dianiaya, disekap, diancam, dan ada perlakuan seks menyimpang, dan kita tidak perlu sebutkan karena itu asusila, ada banyaklah di situ,” lanjutnya.

Menurut Reza, korban bahkan dipaksa membantu meracik narkotika jenis sabu selama berada di bawah tekanan pelaku.

Puncak kekerasan diduga terjadi pada September 2025. Saat itu korban mengalami luka bakar sangat serius setelah diduga disiram cairan yang diduga air keras.

“Yang terakhir yang paling parah itu di tahun 2025 bulan September. Itu yang paling parah,” ujarnya.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh terduga pelaku. Namun, menurut kuasa hukum, korban kemudian ditinggalkan begitu saja.

“Korban dibawa ke rumah sakit tapi memang si terduga pelaku ini memang tidak bertanggung jawab, ditinggal begitu saja di situ,” tuturnya.

Reza juga menyebut pelaku diduga berusaha menutupi penyebab luka korban dengan memberikan keterangan berbeda kepada pihak rumah sakit.

“Karena untuk menyembunyikan kejahatannya bahwa korban disiram air keras, jadi pihak pelaku itu berbohong bilangnya kena tabung gas gitu,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar yang mencapai sekitar 47 persen di bagian tubuh sebelah kiri.

Selama ini korban disebut tidak berani melapor karena terus mendapat tekanan dan ancaman. Salah satunya berupa ancaman penyebaran rekaman CCTV bermuatan asusila.

“Jadi memang korban itu kita sebut disekap memang tidak disekap ya, tapi memang banyak intimidasi, ancaman-ancaman bahwa akan disebarkan CCTV yang asusila sih seperti itu. Jadi itu yang membuat korban tidak berani bergerak selama kurang lebih dua tahunan,” katanya.

Setelah laporan dibuat, Tim Hotman 911 membawa korban ke rumah aman untuk menghindari intimidasi lanjutan. Nomor telepon korban juga diganti demi alasan keamanan.

“Baru kali ini kita langsung tadi saya jemput korban pakai ambulans dan kita juga sudah tim Hotman 911 juga sudah mengamankan korban di rumah aman. Handphone juga, nomornya sudah kita ganti,” kata Reza.

Ia juga memastikan terduga pelaku merupakan anggota Polri yang masih aktif bertugas. Menurutnya, informasi terakhir yang diterima menyebutkan oknum tersebut telah diamankan untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Iya masih aktif. Tadi saya dapat kabar juga sudah diamankan sih makanya apresiasi buat Polri,” katanya. (*)

Editor : Agus Pramono
#perempuan dicekoki sabu #perempuan disiksa polisi #wanita dianiaya polisi #hotman paris