KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Terungkapnya brankas rahasia yang tersembunyi di balik dinding sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (8/7/2026), menjadi salah satu temuan paling menarik dalam penggeledahan terkait tiga perkara dugaan korupsi.
Untuk membuka tempat penyimpanan tersebut, penyidik bahkan harus mendatangkan seorang ahli kunci karena sistem pengamanannya tergolong sangat rumit.
Ahli kunci bernama Roy menjadi orang yang bertugas membongkar kunci itu. Ia mengaku dihubungi aparat kepolisian dan diminta segera datang ke lokasi untuk membantu proses pembukaan brankas yang ditemukan saat penggeledahan berlangsung.
“Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelepon suruh datang ke sini, suruh bantu katanya ada kerjaan suruh bongkar brankas,” kata Roy, ahli kunci asal Ciawi, Bogor, Kamis (9/7/2026) mengutip Detikcom.
Setibanya di lokasi, Roy mendapati bahwa brankas tersebut bukan jenis penyimpanan biasa. Menurutnya, perangkat itu memiliki sistem pengamanan berlapis dengan kualitas tinggi dan diperkirakan bernilai puluhan juta rupiah.
“Istimewa itu brankasnya. Perkiraan harganya Rp 20 jutaan lebih. Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Bajanya ada dua lapis, jadi memang bukan brankas besi kotak gitu,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Cafe de’Clan Signature yang Simpan Uang Diduga Terkait Korupsi Rp60 Miliar
Meski sempat berusaha membuka menggunakan sistem penguncinya, proses akhirnya tetap harus dibantu alat pemotong agar pintu brankas dapat dibuka sepenuhnya.
”(Di dalam) Langsung aja, gerak cepat, langsung digurinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan,” imbuhnya.
Brankas tersebut berada di lantai dua rumah dan diduga sengaja disamarkan agar tidak mudah diketahui keberadaannya. Dari luar, lokasi penyimpanan itu tertutup lemari sehingga tampak seperti bagian biasa dari ruangan.
Menurut Roy, yang ditemukan bukan sekadar brankas berbentuk kotak, melainkan sebuah ruang penyimpanan yang dibangun di dalam struktur tembok.
“Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan, bukan brankas umumnya yang kotak besi, tapi ruangan,” katanya.
Saat pintu berhasil dibuka, Roy mengaku sempat melihat sejumlah koper berada di dalam ruangan tersebut. Namun, ia tidak mengetahui isi koper karena hanya membantu membuka akses menuju ruang penyimpanan.
“Di dalam (ruangan) lihat ada koper, tapi saya lihat dari luar, kan nggak masuk,” ujarnya.
Belakangan diketahui, koper-koper tersebut berisi barang bukti bernilai fantastis. Penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, serta dolar Singapura dengan nilai keseluruhan diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Sebelumnya, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan seluruh barang bukti itu ditemukan tersimpan di dalam tujuh koper yang berada di balik pintu brankas.
“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” katanya.
Rumah di Sentul tersebut digeledah sebagai bagian dari penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap tiga perkara, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang berkaitan dengan peristiwa blackout, kasus PT Asabri, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan Krakatau Steel. Hingga kini penyidik masih menelusuri keterkaitan barang bukti tersebut dengan perkara yang sedang ditangani. (*)
Editor : Ayu Oktaviana