Kepala SPPG Mual dan Muntah Usai Cicipi Ayam Rempah Menu MBG, Ribuan Porsi Ditarik

Agus Pramono • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Tumpukan ompreng MBG yang siap dibagikan oleh SPPG kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)
Kepala SPPG keracunan. (Instagram/badangizinasional.ri)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Abra Yudha Raya, mengalami mual dan muntah setelah mencicipi menu ayam rempah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (12/8/2026).

Kejadian keracunan tersebut membuat pihak SPPG menghentikan sementara distribusi menu MBG dan menarik makanan yang telah disiapkan.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar makanan yang diduga bermasalah tidak sampai dikonsumsi para penerima manfaat.

Baca Juga: SPPG di Kuala Pembuang Dihentikan Sementara Pasca Sejumlah Pelajar Keracunan

Abra mengatakan, dirinya mencicipi menu ayam rempah setelah tim dapur melaporkan adanya bau dan rasa yang mencurigakan pada masakan tersebut.

Sesuai prosedur, makanan memang harus melalui uji rasa sebelum didistribusikan kepada siswa.

"Awalnya mendapat laporan dari tim dapur mengenai ayam rempah yang muncul bau mencurigakan. Saya cicipi makanan MBG sebelum didistribusikan pada siswa," kata Abra, Rabu (12/8/2026).

Dalam proses uji rasa tersebut, sekitar 10 orang sempat mencicipi makanan. Namun, Abra menjadi satu-satunya orang yang mengalami mual hingga muntah.

"Yang terdampak saya. Saya tadi tiga kali, cuma muntah saja. Saya terus ambil langkah daripada terjadi apa-apa, makanan batch kedua tidak didistribusikan," ujarnya.

Menu ayam rempah tersebut merupakan bagian dari batch kedua yang disiapkan untuk sekitar 300 penerima manfaat. Karena ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi, seluruh menu pada batch tersebut tidak jadi dibagikan kepada siswa.

"Menu ayam rempah cuma beberapa baskom, satu sampai dua baskom tadi, cuma 300-an porsi. Batch pertama juga 300 penerima dan itu aman. Jadi yang bermasalah itu yang kedua, batch kedua itu belum kita bagikan," tegasnya.

Baca Juga: Fakta Terkuak di Balik Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Semarang

Secara keseluruhan, pihak SPPG menyebut sekitar 2.957 porsi menu MBG ditarik dan tidak didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan yang telah ditarik tersebut kemudian dimusnahkan sebagai langkah pencegahan.

Abra menegaskan, kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan siswa mengalami keracunan karena makanan yang diduga bermasalah belum dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Ini adalah tindakan preventif, sekalian meluruskan bahwa tidak ada yang keracunan. Ke depan akan lebih hati-hati agar temuan ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Dari pemeriksaan awal, dugaan masalah berasal dari bahan ayam yang digunakan untuk menu ayam rempah. Bahan tersebut diketahui dipasok oleh supplier dari wilayah Kabupaten Karanganyar.

Pihak SPPG selanjutnya akan melakukan evaluasi dan memperketat proses pemilihan bahan baku dari supplier untuk mencegah kejadian serupa terulang dalam pelaksanaan program MBG.(*)

 

Editor : Agus Pramono
kepala sppg keracunan sppg jati ayam rempah keracunan mbg