Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Waduh! Sakit Perut ternyata Bukan Masalah Pencernaan, Inilah Penyakit yang Bisa Berakibat Fatal

Agus Pramono • Kamis, 31 Juli 2025 | 11:55 WIB
Tim dokter Heartology Cardiovascular Hospital menangani pasien Diseksi aorta. (Heartology Cardiovascular Hospital)
Tim dokter Heartology Cardiovascular Hospital menangani pasien Diseksi aorta. (Heartology Cardiovascular Hospital)

Banyak orang mengira nyeri perut hanya berasal dari gangguan pencernaan. Padahal, ada satu kondisi medis serius yang kerap luput dikenali, yakni diseksi aorta.

 

Diseksi aorta adalah robekan pada lapisan dinding pembuluh darah utama tubuh yang bisa berakibat fatal bila tak segera ditangani.

 

Hal ini baru saja terjadi pada seorang pasien perempuan berusia 64 tahun yang datang ke IGD Heartology Cardiovascular Hospital dengan keluhan nyeri perut luar biasa.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, pasien didiagnosis mengalami diseksi aorta Stanford A, DeBakey I—robekan parah yang membentang dari akar aorta hingga ke lengkung aorta.

 

Ini bukan sekadar kondisi darurat, tetapi situasi yang mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan cepat.

 

Kasus semakin rumit karena pasien ternyata memiliki riwayat operasi jantung sebelumnya di luar negeri berupa penggantian katup jantung mekanik (mechanical AVR), dan masih mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan).

 

Dengan kondisi aorta yang tegang, risiko pecah sangat tinggi. Satu-satunya cara menyelamatkan nyawa pasien adalah dengan operasi ulang (redo surgery) berskala besar.

 

Setelah itu, operasi darurat pun dilakukan dengan dipimpin oleh dr. Dicky A. Wartono, Sp.BTKV, dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah di Heartology.

 

Tim melakukan tindakan besar berupa penggantian akar aorta (aortic root), aorta asendens, hemiarch, serta reimplantasi pembuluh darah koroner.

 

Tim bedah menghadapi banyak tantangan, mulai dari perlengketan parah di permukaan jantung (epikardium), hingga robekan besar dengan lumen palsu di dalam aorta. Namun, operasi berlangsung sukses tanpa komplikasi di ruang bedah.

 

“Keputusan medis yang cepat dan koordinasi tim yang solid menjadi kunci keberhasilan. Di kasus seperti ini, setiap detik sangat berarti,” jelas dr. Dicky, Selasa (29/7/2025).

 

Waspadai Gejala Diseksi Aorta Sejak Dini

Diseksi aorta sering disalahartikan sebagai nyeri lambung biasa atau gangguan otot. Padahal, gejalanya bisa sangat khas dan perlu dikenali lebih dini:

  1. Nyeri dada atau perut mendadak dan sangat hebat
  2. Nyeri menjalar ke punggung, leher, atau bahu
  3. Sesak napas, tubuh terasa lemas, hingga pingsan
  4. Riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau penggunaan antikoagulan

Deteksi dini dan tindakan cepat sangat menentukan keselamatan pasien. Jika kamu atau orang terdekat merasakan gejala mencurigakan seperti ini, segera periksakan ke fasilitas medis terpercaya. (jpc)

Ketua Korminas dan Ketua Pelaksana FORNAS Pusat ikut menari jaipong khas Jawa Barat sebelum memulai lomba Benjang.
Ketua Korminas dan Ketua Pelaksana FORNAS Pusat ikut menari jaipong khas Jawa Barat sebelum memulai lomba Benjang.
Editor : Agus Pramono
#Kasus Medis Serius #gejala Diseksi Aorta #Redo Surgery #Nyeri Dada Mendadak #diseksi aorta #Deteksi Dini Aorta #Katup Jantung Mekanik #kesehatan jantung #Obat Antikoagulan #Pembuluh Darah Robek #aneurisma aorta #bedah jantung #Nyeri Perut Akut #Operasi Jantung Darurat