CAMPAK merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, serta munculnya ruam di seluruh tubuh.
Infeksi campak biasanya berawal dari saluran pernapasan dan menyebar melalui percikan air liur penderita, sehingga penularannya sangat mudah terjadi.
Gejala awal yang sering muncul antara lain sakit tenggorokan, mata merah dan berair (konjungtivitis), serta timbulnya bintik-bintik putih di bagian dalam mulut. Setelah itu, ruam khas campak mulai terlihat, diawali dengan bintik merah kecil yang lama-kelamaan menyatu hingga ukurannya membesar.
Mengutip alodokter.com, berikut ini penyebab, gejala hingga cara pencehan campak:
1. Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus. Virus ini dapat menular dengan mudah melalui droplets atau percikan liur dari mulut dan hidung penderita campak, yang keluar ketika batuk, bersin, atau berbicara.
Seseorang juga bisa terkena campak ketika menyentuh mulut atau hidungnya setelah memegang benda yang telah terkontaminasi droplets penderita campak.
Risiko untuk terkena campak pun meningkat pada kondisi berikut:
• Bayi yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksin
• Siapa pun yang belum mendapatkan vaksin campak dan MMR secara lengkap
• Tinggal bersama atau merawat orang yang terinfeksi campak
• Daya tahan tubuh lemah akibat kondisi kesehatan tertentu, seperti menderita HIV/AIDS atau kanker
2. Gejala Campak
Gejala campak akan timbul sekitar 7–14 hari setelah terinfeksi, dengan keluhan awal mirip dengan gejala flu. Berikut adalah beberapa gejala campak:
• Demam
• Lemas
• Pilek atau hidung tersumbat
• Batuk kering
• Diare
• Muntah
• Hilang nafsu makan
• Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
• Muncul bercak putih di dalam mulut
Beberapa hari setelah mengalami gejala di atas, ruam kemerahan umumnya akan muncul di area wajah dan leher.
Ruam ini pun dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh. Ukuran ruam campak awalnya kecil, tetapi dapat menyatu dan membentuk ruam besar.
3. Kapan harus ke dokter
Jika Anda mengalami gejala campak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berdiskusi dengan ribuan dokter dari rumah sakit ternama di seluruh Indonesia mengenai hal-hal yang perlu dilakukan ketika terkena campak, termasuk obat yang perlu dikonsumsi.
Bagi yang sedang mengonsumsi obat imunosupresif atau menderita penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh, seperti HIV/AIDS, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter secara langsung.
Hal ini penting agar penanganan dapat diberikan sedini mungkin dan risiko komplikasi dapat dicegah.
Segera kunjungi IGD rumah sakit terdekat ketika gejala campak disertai dengan keluhan berikut ini:
• Demam tinggi, lebih dari 39°C, dan tidak turun setelah diobati dengan obat demam, seperti paracetamol
• Sesak napas
• Linglung
• Kejang
Pada ibu hamil, pertolongan medis secepatnya juga diperlukan ketika melakukan kontak dengan penderita campak atau orang yang mengalami gejala campak.
Alasannya, infeksi campak pada kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, bahkan keguguran.
Pencegahan Campak
Untuk mencegah penyakit campak, pastikan Anda mendapatkan imunisasi campak dan MMR. Imunisasi campak dapat diberikan sejak anak berusia 9 bulan.
Pemberian vaksin MMR dapat kembali dilakukan setelah anak menginjak usia 12–18 bulan, dan diulang kembali saat anak berusia 5–7 tahun.
Vaksin campak dan MMR tetap bisa diberikan kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.
Pada orang dewasa, dosisnya adalah 2 kali pemberian, dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dengan dosis selanjutnya.
Sebagai catatan penting, jika Anda belum pernah divaksin MMR dan sedang merencanakan kehamilan, lakukan imunisasi minimal 1 bulan sebelumnya.
Alasannya, vaksin MMR tidak boleh diberikan selama kehamilan.
Selain tindak pencegahan tersebut, penularan campak juga dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri ketika terkena penyakit ini.
Isolasi dapat dilakukan sejak gejala muncul, hingga 4 hari setelah ruam timbul.
Selama menjalani perawatan, penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan untuk:
• Tidak berbagi peralatan makan dan perlengkapan mandi
• Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
• Menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan atau tisu. Jika memakai tisu, segera buang tisu tersebut ke tempat sampah
• Membersihkan rumah secara rutin dengan desinfektan
Penyakit campak umumnya tidak berbahaya ketika seseorang sudah mendapatkan vaksin campak atau MMR.Namun, jangan pula disepelekan karena penyakit ini juga bisa mengakibatkan komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa penderitanya. (net/abw)
Editor : Ayu Oktaviana