Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Anak Wajib Imunisiasi Campak! Jangan Termakan Hoaks Anak Alami Autisme Usai Imunisasi

Ayu Oktaviana • Kamis, 28 Agustus 2025 | 10:54 WIB
Anak-anak dari SD Katholik Santo Don Bosco menjalani imunisasi campak dan HPV di Puskesmas Bukit Hindu, Rabu (27/8/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Anak-anak dari SD Katholik Santo Don Bosco menjalani imunisasi campak dan HPV di Puskesmas Bukit Hindu, Rabu (27/8/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

 

PALANGKA RAYA-Kasus campak dua tahun terakhir di Kalteng cenderung terkendali bahkan sejumlah daerah justru mengalami penurunan. Vaksinasi sangat penting buat anak-anak.

Menanggapi kasus campak ini, Dokter Spesialis Anak, dr. Made Yuliari juga turut memberikan penjelasan mengenai bahaya campak serta langkah pencegahan yang paling tepat.

Menurut dr. Made, campak merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh virus campak.

Gejala awal biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, dan infeksi mata, yang kemudian disusul munculnya ruam merah dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh.

“Komplikasi campak bisa sangat serius, di antaranya radang paru-paru, diare berat hingga dehidrasi, radang otak, bahkan berujung kematian jika tidak ditangani dengan tepat,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).

Untuk mencegah wabah meluas, vaksinasi disebut menjadi langkah paling efektif. Pemerintah, kata dr. Made, telah menyiapkan vaksin campak yang diberikan secara gratis di berbagai pusat layanan kesehatan.

“Vaksin memberikan kekebalan tubuh terhadap virus campak. Jadi, imunisasi bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya agar tidak tertular,” tegasnya.

Sayangnya, masih banyak hoaks yang beredar di masyarakat, salah satunya klaim bahwa vaksin campak menyebabkan autisme atau menimbulkan efek samping berat.

“Ini informasi yang salah. Vaksin campak tidak menyebabkan autisme. Efek samping yang muncul biasanya hanya ringan, misalnya demam atau ruam beberapa hari setelah penyuntikan. Itu pun akan hilang dengan sendirinya,” tegas dr. Made.

Ia menambahkan, publikasi ilmiah yang dulu sempat mengaitkan vaksin dengan autisme sudah dicabut karena tidak terbukti secara medis.

Untuk meluruskan misinformasi, perlu kerja sama lintas sektor agar masyarakat lebih percaya dan tidak ragu melengkapi imunisasi anaknya.

Dokter Made juga mengingatkan orang tua di Kalimantan Tengah agar tidak menunda pemberian imunisasi.

“Jangan ragu untuk membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau dokter. Dengan imunisasi, anak-anak akan terlindungi dari penyakit menular berbahaya yang bisa mengancam nyawa,” ujarnya.

Baca Juga: Sumenep KLB Campak, Dua Ribu Anak Terserang, 17 Meninggal Dunia dan 16 di Antaranya Tak Pernah Imunisasi

Apabila ada anak yang sudah terlanjur terinfeksi campak, orang tua tetap bisa melakukan langkah awal sebelum membawa ke fasilitas kesehatan.

“Segera berikan obat penurun panas, pastikan anak banyak minum, makan makanan bergizi, dan beristirahat cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Namun, yang terpenting adalah segera bawa ke puskesmas atau dokter terdekat agar mendapat penanganan medis, terutama bila muncul tanda komplikasi,” tuturnya.

Wabah campak yang kembali mencuat ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyepelekan imunisasi. Pemerintah telah menyediakan vaksin secara gratis, sehingga alasan untuk menunda seharusnya tidak ada lagi.

“Campak bukan penyakit ringan. Dengan vaksinasi, kita bisa mencegah anak-anak menjadi korban berikutnya,” ujarnya. (zia/*afa/ala)

KAPASITAS BESAR:Petugas PLN melakukan penggantian MCB di rumah pelanggan yang mengikuti program Promo Tambah Daya Kemerdekaan.
KAPASITAS BESAR:Petugas PLN melakukan penggantian MCB di rumah pelanggan yang mengikuti program Promo Tambah Daya Kemerdekaan.
Alice in Borderland Season 3
Alice in Borderland Season 3
Editor : Ayu Oktaviana
#kasus campak #puskesmas #virus campak #autisme #vaksinasi #penyakit menular #kematian #imunisasi #layanan kesehatan