Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sering Terjadi! Kaki Mendadak Kram saat Tidur, Inilah Penyebab dan Cara Meredakannya

Ayu Oktaviana • Kamis, 11 September 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

PERNAHKAH kamu tiba-tiba terbangun di malam hari karena nyeri menusuk pada kaki atau betis? Kondisi ini cukup umum terjadi dan kerap mengganggu kualitas tidur, bahkan membuat sulit untuk kembali terlelap.

Kram otot adalah kontraksi mendadak dan tidak terkendali pada otot tertentu yang biasanya berlangsung beberapa detik hingga menit.

Gejalanya ditandai dengan rasa nyeri seperti ditusuk disertai otot yang mengeras atau menegang.

Umumnya, kram paling sering menyerang otot betis, paha, atau kaki, meski tidak menutup kemungkinan juga terjadi di bagian tubuh lain.

Meski tergolong tidak berbahaya, kram otot dapat menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi jika terjadi di tengah aktivitas sehari-hari.

Menurut informasi dari Alodokter, ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu kram betis, baik yang bersifat sementara maupun berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

1. Salah Posisi Tidur

Ketika kamu tidur dengan posisi kaki yang tidak tepat, maka ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya kram betis saat tidur.

Ketika kaki berada dalam posisi yang tidak nyaman untuk waktu yang lama, otot betis dapat mengalami ketegangan berlebihan.

Posisi tidur tengkurap dengan kaki lurus atau tidur dengan kaki yang tertekuk terlalu lama juga dapat menyebabkan aliran darah terganggu.

Kondisi inilah yang kemudian memicu kontraksi otot yang tidak terkendali, sehingga menimbulkan kram.

2. Olahraga Berlebihan
Aktivitas fisik yang terlalu berat atau berlebihan juga dapat menyebabkan otot menjadi lelah dan tegang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kram.

Otot yang tidak dipersiapkan dengan pemanasan yang cukup juga lebih rentan mengalami kontraksi mendadak.

Jika kamu baru memulai olahraga, maka kamu perlu menerapkan peningkatan tahapan intensitas, dari mulai ringan hingga yang berat.

Jika kamu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi tanpa peningkatan tahapan dan berolahraga dalam durasi yang terlalu lama, maka ini akan membebani otot secara berlebihan dan memicu terjadinya kram saat tidur.

3. Kehamilan
Kram betis saat tidur merupakan keluhan yang sangat umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Perubahan sirkulasi darah yang terjadi selama kehamilan menjadi salah satu faktor utama penyebab kondisi ini.

Peningkatan volume darah dan perubahan hormonal juga dapat mempengaruhi fungsi otot dan saraf.

Selain itu, pertambahan berat badan yang terjadi selama kehamilan memberikan tekanan tambahan pada otot-otot kaki, sehingga memicu ketegangan dan kontraksi otot yang dapat menimbulkan kram.

4. Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer terjadi ketika ada sumbatan atau penyempitan pada aliran darah di anggota gerak tubuh seperti, tungkai, betis, kaki, tangan, atau lengan.

Kondisi ini menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi ke otot menjadi berkurang, sehingga otot menjadi lebih rentan mengalami kram.

Gejala yang muncul tidak hanya kram otot, tetapi juga dapat beruba sensasi panas pada telapak kaki, kesemutan, mati rasa, atau nyeri otot di area tungkai.

Kondisi ini umumnya akan memburuk saat beraktivitas seperti berjalan atau berolahraga, tetapi akan kunjung mereda setelah beristirahat.

5. Hipotermia
Ketika kamu tidur di ruangan ber-AC yang terlalu dingin atau berada di lingkungan dengan cuaca dingin yang ekstrem, kamu mungkin akan mengalami hipotermia, yaitu kondisi di mana tubuh mengalami penurunan suhu tingga di bawah suhu normal.

Suhu udara yang terlalu dingin dapat mengganggu sirkulasi darah di dalam tubuh, sehingga otot-otot tidak mendapatkan asupan darah yang optimal.

Ketika otot kekurangan pasokan darah dan oksigen, otot menjadi lebih mudah mengalami kontraksi yang tidak terkendali.

Selain itu, ada beberapa kondisi media tertentu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kram kaki saat tidur.

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit gagal ginjal, diabetes mellitus, anemia, sirosis hati, gangguan tiroid, saraf kejepit, atau osteoarthritis memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kram saat tidur.

Dalam beberapa kasus tertentu, kram kaki terjadi akibat efek samping dari penggunaan obat-obatan.

Walaupun kram umumnya bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit, tetapi ada langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk membantu meredakan gejala dengan lebih cepat.

Dilansir dari Very Well Health, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk membantu otot kembali rileks dengan cepat, di antaranya:

• Menggerakan otot yang kram. Jika kram kaki terjadi ketika kamu tidur, berdiri dan berjalannya beberapa langkah.

• Memijat otot yang kram dengan lembut untuk meningkatkan aliran darah ke otot dan membantu mengurangi kontraksi.

• Kompres dengan air hangat atau mandi air hangat untuk memberikan efek relaksasi menyeluruh pada otot.

Kram kaki ketika tidur memang dapat mengganggu kenyaman dan kualitas tidur seseorang, tetapi dengan penangan yang tepat kondisi ini dapat diatasi dengan baik.

Namun, jika kram terjadi secara berulang dan tidak kunjung membaik, serta diikuti dengan gejala lainnya yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih jelas dan penangan medis yang lebih baik. (jpg/abw)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Ayu Oktaviana
#salah posisi tidur #diagnosis #hipotermia #sirkulasi darah #kesemutan #olahraga #kondisi kesehatan #aliran darah #kram otot #kehamilan #kualitas tidur #nyeri