Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kak Seto Alami Stroke Ringan, Kini dalam Masa Pemulihan, Kenali Gejala dan Bahayanya

Anisa Bahril Wahdah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto saat menjalani perawatan di RS akibat stroke ringan. Selasa (28/10/2025). (Instagram @kaksetosahabatanak)
Pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto saat menjalani perawatan di RS akibat stroke ringan. Selasa (28/10/2025). (Instagram @kaksetosahabatanak)

PSIKOLOG anak ternama Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, dikabarkan mengalami stroke ringan sejak sekitar satu minggu terakhir.

Kabar tersebut diketahui publik setelah Kak Seto mengumumkan kondisinya melalui akun media sosial pribadinya.

Unggahan itu pun langsung dibanjiri doa dan dukungan dari para netizen yang berharap sang pemerhati anak segera pulih.

Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, saat ini Kak Seto dikabarkan sudah menjalani proses pemulihan dengan beristirahat cukup di rumah sakit. Kondisinya berangsur membaik dan tetap mendapatkan pemantauan medis.

Lantas, apa sebenarnya stroke ringan yang dialami Kak Seto, dan seberapa berbahaya jika tidak segera ditangani?

Mengutip penjelasan dari Stroke Association, stroke ringan dikenal secara medis sebagai Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik transien.

Kondisi ini mirip dengan stroke pada umumnya, hanya saja gejalanya, seperti kelumpuhan sebagian tubuh, gangguan bicara, atau kehilangan keseimbangan, biasanya berlangsung singkat dan bisa pulih dalam waktu beberapa menit hingga jam.

Meski tampak ringan, TIA tetap perlu penanganan cepat, karena bisa menjadi peringatan dini sebelum terjadinya stroke berat yang berisiko fatal.

Gejala stroke sendiri secara umum muncul karena adanya gumpalan darah yang menghalangi suplai darah ke otak.

Kemudian itu mempengaruhi pada gerak tubuh.

Stroke ringan memiliki gejala utama yang sama dengan stroke seperti senyum tidak simetris, gerak tubuh melemah secara mendadak, bicara pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung, kebas pada tubuh, rabun mata, hingga sakit kepala hebat.

Gejala stroke ringan ini dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam dan pulih sepenuhnya dalam waktu 24 jam.

Perlu diingat bahwa stroke ringan adalah keadaan darurat medis sama seperti stroke. Jika Anda melihat tanda-tanda TIA atau stroke ringan, segera ke rumah sakit dan jangan menunggu hingga gejalanya mereda.

Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Makanan Sehari-Hari yang Bikin Kolesterol Tinggi

Ada golden time penanganan stroke yang jika seseorang tidak segera mendapatkan pertolongan medis saat itu, akibatnya bisa fatal. Sebab, stroke ringan adalah peringatan bahwa Anda berisiko terkena stroke. Risikonya paling tinggi pada hari-hari dan minggu-minggu pertama setelah pengalaman tersebut.

Faktor Risiko Stroke Ringan

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke ringan seperti yang dialami Kak Seto.

Hal ini sama dengan stroke iskemik. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke antara lain usia, kondisi kesehatan tertentu, gaya hidup, etnis, dan riwayat stroke dalam keluarga.

Anda tidak dapat mengubah beberapa faktor risiko seperti riwayat keluarga Anda, tetapi Anda dapat mengubah faktor lainnya, seperti gaya hidup Anda.

Kondisi Kesehatan yang Terkait dengan Stroke Ringan

1. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko tunggal terbesar untuk TIA dan stroke. Kondisi kesehatan ini berperan dalam sekitar setengah dari semua stroke.

2. Fibrilasi atrium (FA)
Fibrilasi atrium (FA) adalah kondisi jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur dan terkadang sangat cepat. Gumpalan darah dapat terbentuk di jantung dan menyebar ke otak, menyebabkan stroke.

3. Diabetes
Diabetes menyebabkan kadar gula darah tinggi. Seiring waktu, hal ini merusak pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah.

4. Kolesterol tinggi
Kolesterol merupakan zat vital dalam tubuh kita. Namun, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, dapat menyumbat arteri dengan timbunan lemak, yang menyebabkan pembentukan gumpalan darah. (jpg/abw)

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim dengan Dinas PKH Gorontalo berkunjung ke lapangan di Rumah Potong Hewan Tanah Merah Lempake Samarinda beserta rombongan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim dengan Dinas PKH Gorontalo berkunjung ke lapangan di Rumah Potong Hewan Tanah Merah Lempake Samarinda beserta rombongan.
Editor : Ayu Oktaviana
#kolestrol tinggi #gumpalan darah #gangguan kesehatan #gejala stroke #kelumpuhan #seto mulyadi #pembuluh darah #stroke ringan #pertolongan medis #tekanan darah #gaya hidup