Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Lewat MCU Baru Ketahuan Diabetes: Dokter Ungkap Mengapa Banyak Pasien Terlambat Sadar

Agus Pramono • Senin, 24 November 2025 | 09:55 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSDDS dr Regy Pradityo Adhie berbincang di Podcast Ruang Redaksi.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSDDS dr Regy Pradityo Adhie berbincang di Podcast Ruang Redaksi.ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA-Data Atlas Diabetes dari Federasi Diabetes Internasional (IDF) tahun 2025, tercatat 11,1% atau 1 dari 9 orang dewasa usia 20–70 tahun hidup dengan diabetes. Lebih mengejutkan lagi, 4 dari 10 penderita tidak menyadari bahwa mereka sudah mengidap penyakit tersebut.

Fakta yang menunjukkan bahwa penderita diabetes kebanyakan tidak menyadari bahwa telah menjadi pasien dari penyakit yang sering kali orang sebut dengan penyakit gula.

Hal ini menjadi pembahasan menarik bersama dr. Regy Pradityo Adhie, Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit dr Doris Sylvanus (RSDDS) di Podcast Ruang Redaksi, Rabu (19/11/2025).

Pada kesempatan itu, dr. Regy menjelaskan bahwa diabetes sebenarnya berawal dari gangguan pada hormon insulin.

Fungsi insulin dalam tubuh manusia yang mengalami gangguan seperti kurang atau cukup namun tidak dapat terdistribusi dengan baik dalam tubuh seseorang.

“Insulin itu tugasnya memasukkan gula ke dalam sel supaya bisa dipakai. Namun pada tubuh penderita diabetes, insulinnya bisa kurang atau cukup tapi tidak bekerja dengan baik,” jelasnya.

Dua kondisi tersebutlah yang menjadi awal persoalan mengapa seseorang bisa terkena diabetes. Ia juga menerangkan diabetes memiliki beberapa jenis atau tipe.

“Ada juga yang dari kecil sudah kurang insulin, itu yang kita kenal dengan diabetes tipe 1,” tambahnya.

Selain diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh kurangnya insulin atau gangguan sejak dini, diabetes yang paling banyak ditemui adalah tipe 2 yakni yang muncul pada usia dewasa dan sangat dipengaruhi pola makan.

“Sering konsumsi makanan manis dan berlemak bisa membuat resistensi insulin,” jelasnya dalam pembahasan.

Dokter Regy mengatakan bahwa diabetes juga dapat terjadi pada ibu hamil yang dikenal sebagai gestational diabetes.

Kondisi ini muncul akibat resistensi insulin selama kehamilan. Namun, tidak semua ibu hamil akan mengalaminya. “Faktornya bisa dari genetik juga,” ujarnya.

Di tengah perkembangan ilmu, kini dikenal pula istilah diabetes tipe 5.

Meski masih dalam penelitian, dr. Regy menjelaskan bahwa tipe ini mengarah pada faktor pemicu lain yang belum sepenuhnya dipahami.

“Tipe 5 ini masih baru dan masih terus diteliti. Di Palangka Raya sendiri belum ada yang terdeteksi,” katanya.

Kebanyakan pasien menyadari kalau dirinya menderita diabetes setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau melakukan medical check up (MCU) di rumah sakit.

Mereka mengelak bahwa tidak merasakan tanda gejala yang berarti padahal, gejala tersebut sudah mereka alami dalam beberapa waktu belakangan.

“Banyak pasien yang datang bilang tidak ada gejala apa-apa, tapi hasil MCU menunjukkan gula sudah 300,” ucapnya mencontohkan pasien yang baru mengetahui diabetes setelah masuk rumah sakit.(afa/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#penyakit gula #Federasi Diabetes Internasional #pola makan #diabetes #insulin #medical check up