Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Stop Rambut Rusak! Pahami 3 Risiko Kesehatan Utama Akibat Sering Memakai Pewarna Rambut

Kiki KaltengPos • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:44 WIB
ILUSTRASI : Bahaya terlalu sering penggunaan cat rambut. FREEPIK
ILUSTRASI : Bahaya terlalu sering penggunaan cat rambut. FREEPIK

KALTENG POS - Mewarnai rambut adalah proses mengubah warna alami rambut, sering kali untuk tujuan estetika atau menutupi uban. Proses ini dapat dilakukan secara profesional di salon atau mandiri di rumah menggunakan produk pewarna rambut.

Pewarna rambut dibagi berdasarkan daya tahannya menjadi temporer, semi permanen, dan permanen. Semakin lama daya tahannya, semakin tinggi kandungan bahan kimia di dalamnya.

Bahan-bahan kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), hidrogen peroksida, dan timbal asetat merupakan komponen umum dalam cat rambut.

Zat-zat ini berperan dalam proses perubahan warna, namun juga berpotensi menyebabkan rambut menjadi kering, rapuh, atau kehilangan kelembapan.

Baca Juga: Rahasia Kecantikan Alami dari Bunga Telang: Manfaat Ajaib untuk Kulit Wajah Glowing

Sementara proses pewarnaan berfokus pada batang rambut, yang terdiri dari tiga lapisan yakni Medula (terdalam dan berongga), Kutikula (sel-sel keras di luar), Korteks (mengandung pigmen alami penentu warna rambut) ketika diaplikasikan.

Zat pewarna—yang biasanya mengandung amonia dan peroksida akan bekerja dengan menghapus warna asli pada korteks dan menggantinya dengan warna baru. Bahan kimia ini membantu mempertahankan warna, tetapi secara tidak sengaja juga dapat terserap oleh tubuh.

Risiko Kesehatan Akibat Pewarnaan Rambut

Penggunaan cat rambut yang berulang dapat menimbulkan risiko bagi rambut dan kesehatan secara keseluruhan. Beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan meliputi:

1. Iritasi Kulit Kepala

Kandungan PPD (Para-PhenyleneDiamine) dapat menyebabkan iritasi jika bersentuhan langsung dengan kulit kepala. Gejalanya meliputi Kemerahan, Kulit mengering dan pecah-pecah, potensi pembengkakan, melepuh dan
sensasi panas atau terbakar.

Baca Juga: Bunga Telang Jadi Tren Baru Perawatan Bibir: Dari Pewarna Alami ke Beauty Ingredient Favorit

2. Reaksi Alergi

Reaksi alergi umumnya dipicu oleh PPD atau kontak langsung dengan hidrogen peroksida. Reaksi ini jika menimpa terhadap kulit badan yang sensitif bisa berdampak ruam, Rasa gatal pada kulit kepala atau wajah.

3. Rambut Rusak dan Rontok

Untuk menghasilkan warna baru, bahan kimia mengikis protein alami pada batang rambut sebelum memasukkan pigmen pewarna. Proses ini tentu akan mengubah struktur rambut. Melemahkan batang rambut. Membuat rambut terasa lebih kering, kasar, dan mudah rontok.

Risiko kerusakan akan semakin meningkat jika proses pewarnaan tidak diimbangi dengan perawatan rambut yang tepat setelahnya. (*)

Editor : Kiki Rizqie
#pewarna rambut #risiko kesehatan #rontok #reaksi alergi #kepala #rambut rusak #iritasi kulit